2.547 Kasus di Badung Per Oktober, Dinkes Badung Imbau Masyarakat Waspadai DBD
Pemerintah Kabupaten Badung mulai mengantisipasi masyarakatnya akan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Pemerintah Kabupaten Badung mulai mengantisipasi masyarakatnya akan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).
Pasalnya di Bulan Oktober 2020 ini sudah mulai musim penghujan, sehingga berpotensi adanya pengembangbiakan nyamuk aedes aegypti.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Badung dr Nyoman Gunarta mengatakan kasus DBD di Kabupaten Badung sudah mulai mereda.
Kendati demikian pihaknya meminta masyarakat untuk tetap waspada akan bahaya DBD yang terjadi.
• Ketua BEM Unud Sayangkan Demo Mahasiswa di Bali Malah Dibawa ke Isu SARA
• BREAKING NEWS - Kuta Selatan Diguncang Gempabumi Tektonik M=3,7
• ASBEST Festival ke-3, Fashion Show Endek Casual dengan Protokol Kesehatan
“Tentu kita imbau kepada masyarakat untuk waspada. Apalagi di era pandemi jangan sampai kita lengah dengan kasus lainnya,” ujarnya saat dikonfirmasi Jumat (9/10/2020).
Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap memantau lingkungan sekitar.
Pasalnya di musim penghujan ini akan banyak terdapat genangan air dan sampah yang menjadi media pengembangan nyamuk tersebut.
“Kita harus antisipasi sejak dini, jangan sampai baru ada kasus baru melakukan pembersihan lingkungan,” katanya.
• Krisdayanti Panen Kritikan Karena Pamer Baru Belajar Draft UU Cipta Kerja setelah Disahkan
• Soal Penanganan Covid-19, Bali Diimbau Tak Lakukan Pelonggaran Pelacakan Kontak
• Ini Daerah di Bali yang Dilanda Hujan Pada 10 Oktober 2020 Pagi, Apa Daerahmu Termasuk?
Disinggung mengenai kesiapan Dinas Kesehatan sendiri, mantan Dirut RSD Mangusada itu mengatakan kesiapsiagaan dinas kesehatan dalam hal pencegahan DBD yakni melaksanakan berupa promosi kesehatan.
Selain itu pula menyiapkan bahan-bahan terhadap bahan-bahan insektisida untuk persiapan fogging terfokus.
“Kami sudah mempersiapkan hal itu termasuk fogging. Nah untuk promosi kesehatan kita akan turunkan jumantik juga di setiap desa,” akunya
Sesuai data dari dinas kesehatan kasus DBD dari awal bulan 2020 memang terus mengalami penurunan. Namun sesuai grafik Kasus DBD di Badung sudah ada sebanyak 2.547 kasus dari awal bulan.
• Lontarkan Pernyataan Pedas, Jon Jones Sebut Israel Adesanya Cuma Seperti Anjing Kecil
• LBH Bali : UU Cipta Kerja Ancam Hak Masyarakat Adat & Berpotensi Perusakan Lingkungan
• Wakil Gubernur Bali Sambut Baik Gagasan KAHMI Bali Perkuat Wisata Bahari
Dengan rincian pada bulan Januari terjadi 99 kasus DBD, bulan Februari ada 234 kasus, Maret ada 484 kasus, bulan April 746 kasus, Mei ada 613 kasus, Juni ada 200 kasus, Juli ada 90 kasus, Agustus ada 60 kasus, September sampai tanggal 2 oktober 2020 ada 21 kasus.
“Kasus DBD memang yang tinggi di awal bulan, bahkan paling puncak biasanya di bulan Maret. Namun karena ini musim penghujan tetap kita imbau,” bebernya
• Kodam IX/Udayana Buka Pendaftaran Calon Tamtama TNI AD Gelombang II Tahun 2020, Berikut Syaratnya
• Wakil Gubernur Bali Sambut Baik Gagasan KAHMI Bali Perkuat Wisata Bahari
Selain memantau lingkungan sekitar, dokter asal Desa Sibang Gede Badung itu meminta kepada masyarakat agar tetap menjaga asupan makanan yang sehat, sehingga kekebalan tubuh tidak mudah menurun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kadis-kesehatan-badung-dr-nyoman-gunarta.jpg)