Bencana di Bali
Kapolres Bangli Sebut Bakal Back Up Pengamanan di Lapas Pasca Robohnya Pagar Keliling Rutan
Kapolres menyebutkan, dampak bencana yang terjadi saat ini akibat curah hujan yang terjadi sejak Jumat (9/10) sore hingga Sabtu (10/10) pagi.
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Wema Satya Dinata
TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Kapolres Bangli, AKBP I Gusti Agung Dhana Aryawan melakukan sejumlah pemantauan kejadian bencana, Sabtu (10/10/2020).
Berdasarkan pemantauan pihaknya, kebencanaan terjadi di tiga kecamatan antara lain Bangli, Tembuku, dan Susut.
Kapolres menyebutkan, dampak bencana yang terjadi saat ini akibat curah hujan yang terjadi sejak Jumat (9/10) sore hingga Sabtu (10/10) pagi.
Pihaknya mengaku telah melakukan pemantauan ke sejumlah titik, dan diketahui hanya Kecamatan Kintamani yang sementara belum ada laporan.
• Update Covid-19 di Bali,10 Oktober: Positif Tembus 10.028 Orang, 8.598 Pasien Sembuh & 320 Meninggal
• Digelar Desember Mendatang, Valentino Rossi Ingin Ikut Balapan Reli WRC di Monza
• Valentino Rossi dan 4 Rider Lain Terjatuh, Quartararo Tercepat, Ini Hasil FP3 MotoGP Perancis
Dilain sisi,kecamatan lain seperti Susut, Tembuku, dan Bangli dilaporkan terjadi bencana di sejumlah titik.
"Mulai dari jalur Bangbang, Tembuku hingga Sidembunut, Bangli terdapat tiga titik. Kecamatan Susut ada empat titik, sedangkan daerah kota diketahui banjir. Namun ketika hujan reda, banjir pun cepat surut. Termasuk robohnya tembok di Rutan Bangli, akibat curah hujan yang tinggi," sebutnya.
Mengenai robohnya tembok pagar keliling di Rutan Bangli, Kapolres mengatakan akan melaksanakan pengamanan bersama.
Pihaknya mengaku telah melakukan koordinasi dengan Kepala Rutan Bangli, untuk melaksanakan kegiatan pengamanan di titik jebol.
"Untuk anggota nanti akan setiap jam sekali baik siang ataupun malam melaksanakan patroli. Khususnya patroli di siang hari yang lebih diutamakan. Karenanya akan kita back up. Mengenai jumlah kekuatannya, masih kami hitung mengingat jumlah anggota Polres Bangli dibagi ke dalam sejumlah kegiatan. Baik pengamanan Pilkada, maupun pelaksanan operasi yustisi protokol kesehatan," ujarnya.
Mengingat saat ini memasuki musim penghujan, Kapolres mengimbau kepada masyarakat mengenai upaya mitigasi.
Sebab dampak bencana berpotensi menimpa siapapun, khususnya pada tempat-tempat yang rawan atau sering terjadi bencana longsor maupun banjir.
"Oleh sebab itu masyarakat perlu membuat pola-pola pengamanan diri, maupun pengamanan asetnya sebagai langkah antisipasi. Dan apabila diperlukan, bagi tempat-tempat yang sering terjadi longsor atau banjir, agar sementara mengungsi terlebih dahulu," tandasnya.
Sementara itu berdasarkan laporan yang dihimpun Tribun Bali, dampak hujan deras mengakibatkan longsor di sejumlah titik di wilayah Desa Jehem, Tembuku.
Salah satunya dialami I Wayan Mariana. Bangunan dapur dan kamar perajin sanggah berusia 43 tahun itu rata dengan tanah akibat terdampak longsor dari tebing setinggi lima meter yang berada tepat dibelakang rumahnya. Begitupun dengan tembok penyengker sanggahnya.
• Hujan Lebat Guyur Denpasar dari Pagi Hingga Siang Hari, Timbulkan 12 Titik Genangan di Wilayah Ini
• Timnas U-16 Indonesia Berencana Lakukan TC Internasional
• Kasus Kanker Payudara di Tanah Air, Chelsea Islan Kaget Banyak Jangkiti Usia Muda di Bawah 25 Tahun
Kendati tidak ada koban jiwa dalam musibah tersebut. Namun musibah longsor mengakibatkan kerugian materil hingga Rp 70 juta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kapolres-bangli-akbp-i-gusti-agung-dhana-aryawan-ketika-memantau-jebolnya-tembok-rutan.jpg)