Penanganan Covid
Penambahan Kasus Positif Covid-19 di Bangli Tertinggi Terjadi Pada Juli dan Agustus
Penambahan kasus positif Covid-19 di Bangli, Bali mengalami lonjakan pada bulan Juli hingga Agustus
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Penambahan kasus positif Covid-19 di Bangli, Bali mengalami lonjakan pada bulan Juli hingga Agustus.
Lonjakan kasus positif ini disebut-sebut lantaran penerapan new normal.
Secara statistik penambahan jumlah kasus positif Covid-19 pada bulan Maret hingga Juni tergolong sedikit.
Mulai dari bulan Maret dengan dua kasus, April 37 kasus, Mei 51 kasus, dan Juni 59 kasus.
• Demo Mahasiswa Unud Digiring ke Isu SARA, Ketua BEM Unud Angkat Bicara
• Lontarkan Pernyataan Pedas, Jon Jones Sebut Israel Adesanya Cuma Seperti Anjing Kecil
• LBH Bali : UU Cipta Kerja Ancam Hak Masyarat Adat & Berpotensi Perusakan Lingkungan
Sedangkan memasuki bulan Juli, jumlah kasus positif tercatat sebanyak 202 kasus, dan pada bulan Agustus sebanyak 203 kasus.
Humas Gugus Tugas Percepatan Pengananan (GTPP) Covid-19 Bangli, I Wayan Dirgayusa, Jumat (9/10/2020) menjelaskan, tingginya lonjakan kasus pada bulan Juli dan Agustus, sesuai analisa pihaknya pada bulan April hingga Juni masih diterapkan kebijakan work from home (WFH).
Sedangkan pada bulan Juli dan Agustus, kebijakan tersebut diubah lantaran memasuki era new normal.
Menindaklanjuti adanya lonjakan kasus, imbuh Dirgayusa, tim kesehatan Satgas Kabupaten Covid-19 akhirnya melakukan promosi kesehatan (promkes) melalui Puskesmas.
Tujuannya untuk memandu masyarakat agar menerapkan pola hidup sehat.
“Begitu pun dengan fasilitas kesehatan di RSU Bangli juga melakukan upaya perbaikan pelayanan penanganan kasus Covid-19. Serta tim gabungan Satpol PP, TNI, Polri terus melakukan pengetatan protokol kesehatan melalui sidak kepatuhan. Hasilnya, pada bulan September jumlah kasus positif di Bangli sedikit mengalami penurunan menjadi 182 kasus,” ujarnya.
Dirgayusa tidak memungkiri jika hingga kini jumlah kasus positif Covid-19 di Bangli masih mengalami penambahan.
Tercatat pada Jumat (9/10/2020), diketahui terjadi penambahan tiga kasus, di mana dua orang harus menjalani karantina di rumah karantina provinsi, sedangkan satu orang lainnya dirawat di RSU Bangli.
“Yang dirawat dari Desa Sulahan, Kecamatan Susut. Sedangkan dua orang yang dikarantina asal Desa Awan, Kintamani dan Desa Yangapi, Tembuku. Dari penambahan per hari ini, total kasus positif pada bulan Oktober tercatat sebanyak 31 kasus,” jelasnya.
Pihaknya menambahkan, secara kumulatif jumlah kasus positif di Bangli tercatat sebanyak 767 kasus.
Di mana 32 orang atau 4 persen dari seluruh kasus tersebut masih menjalani perawatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-covid-19-kasus-sembuh.jpg)