Breaking News:

Pilkada Serentak

Untuk Tekan Penyebaran Covid, KPU Sarankan Paslon Gunakan APD Jadi Media Kampanye

Ketua KPU Bali, Dewa Agung Gede Lidartawan mengatakan bahwa pihaknya mendorong agar para calon yang bertarung di Pilkada beserta tim kampanyenya untuk

Tribun Bali/Ragil Armando
Ketua KPU Bali Dewa Agung Gde Lidartawan, STP, MPA. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR –  Pelaksanaan Pilkada di tengah pandemi membuat para calon yang akan bertarung harus benar-benar menerapkan protokol kesehatan.

Bahkan, Ketua KPU Bali, Dewa Agung Gede Lidartawan mengatakan bahwa pihaknya mendorong agar para calon yang bertarung di Pilkada beserta tim kampanyenya untuk memanfaatkan alat pelindung diri (APD) sebagai media kampanye.

Menurutnya, penggunaan media APD sebagai pengganti alat peraga kampanye (APK) dirasa akan jauh membantu masyarakat untuk melindungi dirinya dari risiko penyebaran Covid-19.

Di sisi lain, tujuan sosialisasi sebagai calon dalam pilkada di musim pandemi Covid-19 tetap tercapai.

Selumbung Hill, Destinasi Baru yang Lahir di Tengah Pandemi, Ada Tracking hingga Kemah

Lakukan Pemutakhiran Data, KPU Badung Akui Jumlah DPS dan TPS Berubah Drastis

Deretan 7 Hoaks yang Dibantah Jokowi di UU Omnibus Law Cipta Kerja

“Kami berharap, kalau bisa tidak lagi bikin baliho banyak-banyak. Dalam ketentuan terbaru mengenai kampanye, APD boleh dipakai sebagai media atau alat peraga kampanye,” jelas, Jumat (10/10/2020).

Bahkan, menurut Lidartawan pemanfaat APD sebagai bahan kampanye juga diperbolehkan dalam PKPU Nomor 10 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pilkada Serentak dalam Kondisi Bencana Non Alam Covid-19.

“Bisa dalam bentuk masker, hand sanitizer, dan face shield. Ini yang dibagikan ke masyarakat. Sekaligus memastikan masyarakat pada 9 Desember 2020 nanti aman dari risiko Covid-19,” jelasnya.

Organisasi Kepemudaan di Buleleng Tolak Pengesahan UU Cipta Kerja, 7 Hal Ini Jadi Sorotan

Bersama 9 Provinsi Lain, Bali Diberi Perhatian Khusus oleh Pemerintah Pusat dalam Penanganan Covid

Siap Beraksi, Zlatan Ibrahimovic Menang Lawan COVID-19

Item APD yang disebutkannya itu juga boleh disertai dengan gambar pasangan calon, nomor urut, maupun simbol partai pendukung pasangan calon. 

“Silahkan saja dikemas sedemikian rupa. Tapi nanti saat ke TPS, tidak boleh lagi dipakai. Karena sudah selesai masa kampanye,” imbuh mantan Ketua KPU Bangli ini.

Dorongan pihaknya kepada seluruh pasangan calon yang akan tarung pilkada di enam kabupaten/kota ini sejatinya sudah terlaksana. Namun, pihaknya berharap, pemanfaatan APD sebagai media kampanye lebih diperbanyak.

Krisdayanti Panen Kritikan Karena Pamer Baru Belajar Draft UU Cipta Kerja setelah Disahkan

Penambahan Kasus Positif Covid-19 di Bangli Tertinggi Terjadi Pada Juli dan Agustus

Terkait Peningkatan Kasus Termasuk Bali, Doni Monardo Gelar Rapat Penanganan Covid-19 di Bali

 

Halaman
1234
Penulis: Ragil Armando
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved