Breaking News:

Hujan Deras di Jembrana Sebabkan Tanah Longsor dan Bangunan Semi Permanen Roboh

Hujan deras mengakibatkan bencana tanah longsor dan bangunan semi permanen warga roboh di Jembrana

Dok Jembrana
Bhabinkamtibmas Mendoyo membersihkan puin-puing bangunan semi permanen yang roboh akibat diguyur hujan deras, di Jembrana, Bali, Sabtu (10/10/2020) kemarin. 

TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Sejak Sabtu (10/10/2020) kemarin,Kabupaten Jembrana, Bali, diguyur hujan deras mulai dini hari hingga sore hari.

Hujan deras mengakibatkan bencana tanah longsor dan bangunan semi permanen warga roboh di Jembrana.

Minggu (11/10/2020) sore ini, hujan deras kembali terjadi, namun BPBD Jembrana belum menerima informasi bencana akibat guyuran hujan deras.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Gusti Ngurah Dharma Putra mengatakan, hingga Minggu (11/10/2020) sore ini, pihaknya hanya menerima laporan kejadian pada Sabtu (10/10/2020) kemarin.

Meskipun saat ini terpantau cuaca mendung dan gelap, disertai hujan deras mulai pukul 14.30 Wita.

Ia sudah menyiagakan personel BPBD untuk tanggap bencana berkoordinasi dengan Bhabibkamtibmas di tiap-tiap desa atau kelurahan.

Jalan ke Vila Milik Ketua MPR Bambang Soesatyo Amblas Setelah Diguyur Hujan Deras

Hujan Deras di Klungkung Bali, Jalan Menuju Villa Milik Ketua MPR ini Amblas

“Kami siagakan sore ini personel Tanggap Bencana dan relawan setiap desa untuk siaga bencana,” ungkapnya.

 Sementara itu, hingga Minggu (11/10/2020) sore, katanya, belum ada laporan masuk soal bencana yang diakibatkan hujan deras.

“Kalau sampai Minggu sore ini, belum ada laporan masuk. Hanya hari Sabtu kemarin ada dua bencana. Tanah longsor di Pengeragoan dan bangunan semi permanen roboh,” ucapnya kepada Tribun Bali.

Informasi yang dihimpun, bencana Sabtu (10/10/2020) kemarin, terjadi sekitar pukul 04.00 Wita dini hari.

Dimana terjadi tanah longsor di Banjar Badingkayu, Desa Pengeragoan, Kecamatan Pekutatan.

Cuaca ekstrem atau hujan deras mengakibatkan tanah longsor hingga menutupi badan jalan.

Ketebalan tanah yang menutupi badan jalan setinggi 1,5 meter dengan panjang 14 meter dan lebar kurang lebih 9 meter.

Bencana Melanda Wilayah Bali, Satu Tewas Tertimbun Longsor di Karangasem & Satu Hilang di Sungai

Nyawa Dadong Beji Tak Tertolong Setelah Rumahnya Tertimbun Longsor

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

BPBD dan warga serta Bhabinkamtibmas setempat juga sudah melakukan upaya pembersihan material longsor.

Kejadian lainnya, lanjutnya, robohnya bangunan semi permanen berukuran 5x3 meter milik seorang warga I Kadek Suiden warga Banjar Kepuh, Desa Mendoyo Dauh Tukad, Kecamatan Mendoyo.

Kepala Desa Mendoyo Dauh Tukad I Gusti Putu Ediana, anggota BPBD Kabupaten Jembrana, dan aparat desa membantu warga menyelamatkan barang-barang berharga dan membersihkan puing-puing bangunan yang masih berserakan.

Terpisah, Dandim 1617/ Jembrana Letkol Inf Hasrifuddin Haruna mengaku telah memerintahkan seluruh Babinsa Jajaran Koramil Jembrana'>Kodim 1617/ Jembrana memantau secara langsung kondisi desa binaan masing masing.

Sehingga Babinsa secara cepat mengetahui situasi desa untuk siaga bencana dengan kondisi cuaca ekstrem ini.

"Kepada seluruh Babinsa telah diperintahkan segera memantau situasi di desa dan melaporkan perkembangan situasi. Apabila terjadi bencana, seperti tanah longsor maupun banjir, kami bisa bertindak cepat mengatasi bencana tersebut,” bebernya. 

(*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved