Lansia Asal Jakarta Timur Terlantar di Kos-kosan Seririt Buleleng

Pria paruh baya berusia 84 tahun ini ditemukan hidup terlantar di sebuah kos-kosan di Buleleng

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Istimewa
Foto: Petugas Dinsos Buleleng dibantu polisi saat mengevakuasi Suarno dari kos-kosannya yang ada di Seririt, Senin (12/10/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Malang nian nasib Suarno.

Pria paruh baya berusia 84 tahun ini ditemukan hidup terlantar di sebuah kos-kosan, yang terletak di Jalan Diponegoro, Kecamatan Seririt, Buleleng, Bali.

Kondisinya cukup memprihatinkan.

Tubunya lemas, kurus kering, dan hanya bisa terbaring di atas kasur kapuk yang tipis.

Baca juga: Program Langit Biru, Bukti Masyarakat Bali Peduli Terhadap Lingkungan

Baca juga: Wagub Cok Ace Dorong Asosiasi MICE di Bali Bersatu untuk Bangkit di Tengah Pandemi

Baca juga: Kisah Momon Naik Bukit Cari Sinyal Agar Bisa Ikut Prosesi Wisuda Online

Tak ada yang tau asal muasal Suarno hingga bisa berada di Buleleng.

Warga sekitar hanya mengetahui dirinya tinggal di kosan tersebut sekitar tiga bulan yang lalu.

Saat itu kondisinya memang sudah lemah dan sakit.

Sehingga warga sekitar pun iba, dan membantu konsumsi sehari-hari pria asal Desa/Kelurahan Cipinang, Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur tersebut.

Belakangan, kondisi kesehatan Suarno kian menurun.

Ia juga menolak pemberian makanan dari warga.

Tak ingin terjadi sesuatu terhadap Suarno, warga pun melaporkan hal tersebut kepada Dinas Sosial Buleleng untuk ditindaklanjuti.

Kepala Dinas Sosial Buleleng, I Putu Kariaman Putra, dikonfirmasi Selasa (13/10/2020) mengatakan, pasca menerima laporan dari warga, pihaknya langsung melakukan evakuasi terhadap lansia malang tersebut pada Senin (12/10/2020) sore kemarin.

Sebelum dievakuasi, Suarno sempat dilarikan ke RS Paratama Tangguwisia Seririt untuk cek kesehatan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, Suarno dinyatakan memiliki gejala stroke, hingga akhirnya ia dirujuk ke RSUD Buleleng untuk penanganan lebih intensif.

Kariaman menyebut, selama berada di Buleleng, tidak ada yang tau apa pekerjaan kakek malang tersebut.

Bahkan ada salah satu pengusaha tahu di Kecamatan Seririt yang mencoba membantu Suarno untuk pulang ke Jakarta dengan membelikan tiket travel.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved