Corona di Indonesia

Pemerintah Indonesia Beli Vaksin Covid-19, Epidemiolog Sebut Emergency Use Authorization Berbahaya

EUA adalah izin penggunaan metode atau produk medis untuk mendeteksi, mencegah, atau mengobati penyakit dalam kondisi darurat.

Pixabay
Ilustrasi Covid-19 

Hal lain yang perlu dikhawatirkan menurut Dicky, Covid-19 adalah penyakit baru, yang berasal dari virus baru, dan vaksin yang akan digunakan juga membawa bagian dari virus baru yang belum diketahui dampak jangka menengah dan dampak jangka panjangnya.

Vaksin akan membawa antigen, yang mana itu adalah bagian dari virus corona, yang nantinya akan diberikan pada orang yang sehat.

Karena itulah, selain potensi positif, akan ada potensi negatif yang bisa timbul.

“Proses riset vaksin ini kan dalam fase percepatan.  Sudah dipercepat, belum selesai, kemudian sudah diambil.  Sedangkan untuk tahu efek jangka panjangnya, dibutuhkan waktu setidaknya 10 tahun untuk rata-rata vaksin.”

Dicky mengingatkan, untuk melakukan pertimbangan mendalam, matang, dan komprehensif dengan memperhatikan track record dan hasil risetnya, sebelum menentukan vaksin mana yang akan dipilih.

Apalagi, CDC dan FDA menyatakan keberhasilan riset vaksin penyakit menular di bawah 40%.

Bahkan, dikatakan Dicky, sebuah riset menyebutkan bahwa 60% efek vaksin timbul di uji fase 3, yang mana sebelumnya tidak ditemui pada uji fase 1 dan uji fase 2.

“Begitu pun dengan vaksin Covid-19, tidak ada pengecualian. Sebaiknya memang menunggu sebentar lagi hingga uji fase 3 selesai sampai terbukti aman, demi keamanan masyarakat,” pungkas Dicky. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Vaksin Corona Segera Tersedia, Epidemiolog Sebut Emergency Use Authorization Berbahaya"

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved