Breaking News:

Corona di Indonesia

Pemerintah Indonesia Beli Vaksin Covid-19, Epidemiolog Sebut Emergency Use Authorization Berbahaya

EUA adalah izin penggunaan metode atau produk medis untuk mendeteksi, mencegah, atau mengobati penyakit dalam kondisi darurat.

Pixabay
Ilustrasi Covid-19 

TRIBUN-BALI.COM - Finalisasi pembelian vaksin untuk Covid-19 telah dilakukan oleh pemerintah Indonesia dari tiga perusahaan produsen vaksin, yaitu CanSino, G42 atau Sinopharm, dan Sinovac.

Seperti disebutkan pada kesepakatannya, vaksin corona untuk Indonesia akan segera tersedia pada November mendatang.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan bersama Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Duta Besar RI Djauhari Oratmangun, serta Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir bertemu pimpinan tiga produsen vaksin Covid-19 pada Sabtu (10/10/2020).

Sebagaimana dilansir dari siaran pers di laman Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi pada Senin (12/10/2020), hal ini dilakukan di sela kunjungan kerja dan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri dan jajaran pemerintah China di Yunan.

Ketiga vaksin corona saat ini sudah masuk pada tahap akhir uji klinis tahap ketiga dan telah mendapat emergency use authorization (EUA) atau otorisasi penggunaan darurat dari China, serta dalam proses mendapatkan EUA di sejumlah negara.

Untuk diketahui, EUA adalah izin penggunaan metode atau produk medis untuk mendeteksi, mencegah, atau mengobati penyakit dalam kondisi darurat.

Dengan kata lain, EUA adalah alat penting bagi pejabat kesehatan masyarakat dan dokter yang terlibat dalam tanggap darurat kesehatan, seperti pada keadaan pandemi saat ini.

Menanggapi hal tersebut, pakar epidemiologi dari Griffith University Australia, Dicky Budiman menekankan, bahwa hingga saat ini belum ada vaksin atau obat untuk Covid-19 yang dinyatakan aman.

“Meskipun efektivitasnya 50%, kalau soal keamanan harus 100%. Efek sampingnya harus benar-benar aman. Seperti pegal atau demam, itu kan efek samping yang bisa diterima,” jelas Dicky kepada Kompas.com. Rabu (14/10/2020).

Menurut Dicky, hingga saat ini semua vaksin corona masih menyelesaikan uji fase 3, sehingga belum ada satupun vaksin yang bisa dipastikan efektivitas dan keamanannya.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved