Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Rusia Mendaftarkan Vaksin Covid-19 Kedua, Inilah Namanya

Sebelumnya pada awal Agustus 2020, Rusia mendaftarkan vaksin Covid-19 pertama di dunia, Sputnik V

Tayang:
Editor: DionDBPutra
Presiden Rusia Vladimir Putin 

TRIBUN-BALI.COM, MOSKOW - Presiden Vladimir Putin melalui pertemuan daring pada Rabu (14/10/2020) mengumumkan bahwa pusat riset Vector, yang bermarkas di Novosibirsk, mendaftarkan vaksin Covid-19 kedua buatan Rusia.

"Pusat riset Vector Novosibirsk mendaftarkan vaksin Covid-19 kedua buatan Rusia, EpiVacCorona, hari ini," kata Vladimir Putin, menurut salinan Kremlin.

Saat pertemuan itu, Wakil Perdana Menteri Rusia Tatyana Golikova mengatakan sebanyak 100 relawan terlibat dalam uji klinis vaksin.

Ia menambahkan, vaksin tersebut memiliki tingkat karakteristik keamanan dan keampuhan imunologis yang tinggi.

Baca juga: 13 Pegawai Positif Covid-19, Beberapa Layanan RS Gema Santi Nusa Penida Ditutup Selama 6 Hari

Baca juga: 4 Zodiak Pria yang Mahir Memikat Hati Wanita, Gemini Punya Pesona yang Tak Terkalahkan

Baca juga: Arti Mimpi Ketahuan Selingkuh, Perasaan Bersalah di Alam Bawah Sadar dan Dunia Nyata

Sebelumnya pada awal Agustus 2020, Rusia mendaftarkan vaksin Covid-19 pertama di dunia, Sputnik V, yang dinamai dari satelit ruang angkasa yang diluncurkan oleh Moskow pada 1957.

Vaksin tersebut dikembangkan oleh Institut Penelitian Sains Epidemiologi dan Mikrobiologi Gamaleya, sebuah lembaga medis yang berlokasi di dekat Moskow.

Gelombangn Kedua di Jerman

Peringatan digemakan di Jerman agar masyarakat negara ekonomi terbesar Eropa itu melakukan bagian mereka dalam upaya menghentikan penyebaran virus corona baru saat negara itu bergulat dengan gelombang kedua wabah Covid-19.

Tambahan kasus harian Covid-19 di Jerman mencapai rekor pada Kamis (15/10/2020).

"Tidak ada keraguan lagi sekarang bahwa ini adalah awal dari gelombang kedua yang sangat besar," kata kepala staf Kanselir Jerman Angela Merkel, Helge Braun, kepada stasiun penyiaran publik ARD.

"Pada awal gelombang kedua ini, kuncinya ada pada kita untuk menghentikan penularan infeksi. Semakin lama kita menunggu dan semakin kita tidak tegas, semakin virus ini berdampak tidak hanya pada kesehatan kita tetapi juga ekonomi kita," ujar Braun.

Menurut standar Eropa, Jerman sejauh ini mengalami tingkat infeksi virus corona dan kematian akibat Covid-19 yang relatif rendah selama pandemi.

Namun, tambahan kasus baru harian Covid-19 telah melonjak dalam beberapa pekan terakhir.

Kasus baru harian Covid-19 di Jerman sekarang telah mencapai rekor 6.638, sehingga total kasus sejak awal pandemi menjadi 341.223, berdasarkan data dari Robert Koch Institute (RKI) untuk penyakit menular, Kamis (15/10/2020).

Rekor kenaikan harian sebelumnya adalah 6.294 pada 28 Maret lalu, menurut data RKI.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved