Desa Wisata Penglipuran Direncanakan Kembali Buka Sabtu 17 Oktober 2020
Objek Desa Wisata Penglipuran kabarnya akan dibuka untuk umum pada 17 Oktober 2020
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Objek Desa Wisata Penglipuran kabarnya akan dibuka untuk umum.
Sesuai rencana, destinasi terkenal sebagai desa terbersih di dunia itu buka mulai tanggal 17 Oktober 2020.
Hal ini diungkapkan oleh Bendesa Adat Penglipuran, I Wayan Supat, Kamis (15/10/2020).
Pihaknya menjelaskan, tutupnya Desa Wisata Penglipuran berawal saat merebaknya pandemi Covid-19 pada bulan Maret lalu.
Kondisi ini menyebabkan kekhawatiran di kalangan masyarakat, sehingga berdasarkan hasil paruman disepakati untuk menutup atau tidak menerima kunjungan bagi wisatawan yang datang ke Desa Wisata Penglipuran, Bangli, Bali.
Baca juga: Gendo Nilai Pengaduan IDI Tidak Sah
Baca juga: Tips Bikin Ayam Asam Manis ala Chinese Food, Jangan Lupakan Nanas untuk Bumbu Utama
Baca juga: Ketua DPR RI Puan Maharani Kunjungi Kerajinan Tenun Cagcag dan Perak di Gianyar
Sementara keputusan untuk membuka kembali, Supat mengatakan, karena ada linierisasi dengan kebijaksanaan Pemerintah.
Mulai dari dari SE Gubernur Bali No. 3355 Tahun 2020 tentang pelaksanaan protokol kesehatan dalam tatanan kehidupan era baru.
“Itu kan ada 14 sektor yang diizinkan, dan salah satunya pariwisata,” ungkapnya.
Landasan kedua, untuk dibuka kembali pada masa pandemi desa wisata harus memenuhi protokol kesehatan.
Sehingga perlu ada sertifikasi dari tim verifikasi terhadap tersedianya protokol kesehatan yang ada di masing-masing objek.
Khususnya di Penglipuran, Supat mengaku sudah mendapatkan sertifikasi dari tim verifikasi, dan dinilai layak untuk dikunjungi.
“Yang ketiga dasar kami kembali membuka objek, adalah hasil paruman krama Desa Adat Penglipuran tanggal 14 Oktober. Pada intinya Penglipuran mulai tanggal 17 Oktober ini akan dibuka kembali untuk kegiatan aktifitas pariwisata,” jelasnya.
Pada tanggal 17 Oktober, Penglipuran dibuka seperti biasa.
Para pengunjung juga diperbolehkan untuk masuk ke rumah-rumah warga, namun tetap dengan pelaksanaan protokol kesehatan.
Seperti tetap mengenakan masker dan menerapkan jaga jarak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/suasana-objek-wisata-penglipuran-bangli-bali-belum-lama-ini1.jpg)