Breaking News:

Penanganan Covid

Dukung Permenkumham 26/2020, Bandara Ngurah Rai Akan Dilengkapi Fasilitas Tes PCR

Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2020 tentang Visa dan Izin tinggal telah diterbitkan

Istimewa
Foto kiriman Communication PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali - Layanan Rapid Test di Bandara Ngurah Rai 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2020 tentang Visa dan Izin tinggal dalam masa adaptasi kebiasaan baru telah diterbitkan.

Dimana Permenkumham tersebut sebagai pengganti Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2020 tentang Pelarangan sementara orang asing masuk di wilayah Negara Republik Indonesia.

Bandar Udara harus mempersiapkan sejumlah persyaratan untuk Permenkumham itu, dan Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali masuk diantara salah satu Bandara di Indonesia yang membuka penerbangan internasional, namun hanya untuk WNA yang melakukan travel bisnis bukan untuk leisure.

"Bukan untuk pariwisata tapi untuk pelaku travel bisnis yang bisa keluar masuk ke Bali. Bukan hanya Cengkareng dan Batam, Bali juga masuk. Dan kita disyaratkan untuk menyediakan fasilitas PCR, sekarang yang sudah berjalan kan baru rapid test. Sekarang harus ada fasilitas PCR," ujar Direktur Pemasaran dan Pelayanan PT Angkasa Pura I (Persero) Devy Suradji, saat dihubungi tribunbali.com, Rabu (21/10/2020).

Baca juga: Mustakim Diciduk di Denpasar Selatan Usai Mencuri Handphone

Baca juga: Kronologi KKB Papua Tembaki Rombongan TNI yang Angkut Logistik, 3 Prajurit Ini Alami Luka Ringan

Baca juga: Ramalan Zodiak Kesehatan Besok Kamis 22 Oktober 2020: Cancer Jaga Pola Makan, Libra Khawatir

Persyaratan selanjutnya yang harus dipenuhi Bandara dalam Permenkumham 26/2020 itu apabila terjadi infected tamu yang masuk harus ada mekanisme kita (pengelola Bandara) dengan KKP harus melakukan isolasi.

Secara prosedur mekanisme itu di kita sudah ada, namun yang perlu kita tambahkan itu adalah mengenai menyediakan fasilitas PCR di dalam area Bandara.

"Kalau tidak salah ada kewajiban kita (pengelola Bandara) harus menyediakan fasilitas PCR di dalam Airport. Diantaranya Bandara Soekarno Hatta Cengkareng Jakarta, Bandara Hang Nadim Batam, dan Bandara I Gusti Ngurah Rai. Jadi tiga Bandara akan dibuka dengan Singapura untuk perjalanan travel bisnis tapi belum untuk pariwisata namun harus memenuhi persyaratan tadi," paparnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Bali, Eko Budianto menyampaikan, penerbitan peraturan menteri tersebut sebagai langkah pemulihan agar kegiatan ekonomi tetap berjalan di tengah situasi pandemi saat ini.

Dalam peraturan menteri terdapat beberapa pengaturan diantaranya mengenai visa dan izin tinggal bagi orang asing, serta penentuan hanya tempat pemeriksaan imigrasi atau check point yang ditunjuk oleh menteri dapat dilakukan perlintasan internasional.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved