Kamar Kelas 3 RSUD Sanjiwani Gianyar Dipenuhi Pengguna Bantuan Kesehatan Gianyar
Bantuan Kesehatan (BK) Gianyar dimanfaatkan secara baik oleh masyarakat Gianyar
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Bantuan Kesehatan (BK) Gianyar, yang menggratiskan biaya berobat untuk masyarakat ber-KTP Gianyar, dimanfaatkan secara baik oleh masyarakat.
Bahkan saat ini, sebagian besar kamar kelas 3 di RSUD Sanjiwani, Gianyar, Bali dipenuhi masyarakat yang memanfaatkan BK tersebut.
Berdasarkan data RSUD Sanjiwani Gianyar, Kamis (22/10/2020), kamar kelas 3 sebanyak 32 tempat tidur saat ini telah penuh.
Terisi oleh 19 orang memanfaatkan BK Gianyar, dan sisanya memanfaatkan BPJS KIS.
Baca juga: Mayat Wanita Ditemukan di Jok Belakang Mobil yang Terbakar di Jawa Tengah, Tangan Terikat Selotip
Baca juga: Ratusan Personel Keamanan Disiagakan Untuk Amankan Rencana Aksi Demo UU Cipa Kerja di Bali
Baca juga: BREAKING NEWS - MDA Provinsi Bali Larang Unjuk Rasa Lebih Dari 100 Orang, Pecalang Diterjunkan
Kabid Humas RSUD Sanjiwani Gianyar, Anak Agung Gede Putra Parwata membenarkan hal tersebut.
Kata dia, saat ini BK telah dikenal secara luas oleh masyarakat Gianyar, setiap warga Gianyar yang datang, terutama yang tidak memiliki jaminan kesehatan, mereka memilih untuk memanfaatkan BK tersebut.
"Saat ini, tempat tidur kelas 3, semuanya telah terisi. 19 orang memakai BK dan 13 orang memanfaatkan BPJS KIS," ujarnya.
Terkait penyakit pasien yang dirawat di kelas 3 tersebut, mulai dari tumor, penyakit jantung, struk dan epilepsi.
Seorang warga Gianyar, Wayan Wirawan, yang saudaranya tengah dirawat di RSUD Sanjiwani dengan memanfaatkan BK mengaku bersyukur adanya program tersebut.
Sebab sejak memasuki masa pandemi, pihaknya sebelumnya menjadi peserta jaminan kesehatan secara mandiri.
Namun tidak bisa melanjutkan akibat tidak memiliki uang untuk membayar iuran.
Karena itu, ketika saudaranya sakit, pihaknya sempat kebingungan memikirkan biaya.
Beruntung Pemkab Gianyar memiliki program menggratiskan biaya berobat untuk warganya di RS milik pemerintah.
"Terus terang, kalau tidak ada program ini. Entah bagaimana nasib saudara saya. Semoga program ini berkelanjutan, karena sangat dirasakan masyarakat seperti kami," ujar pria yang sebelumnya bekerja di bidang jasa transportasi pariwisata.
Ketua Forum Peduli Blahbatuh, I Made Sudiangga mengapresiasi Bupati Gianyar, Made Mahayastra.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/rumarsa-dan-istrinya-tengah-bersama-anak-pertamanya-yang-lahir-saat-hari-suci-nyepi.jpg)