Breaking News:

Tiga Tahun Bayar Pajak Pakai Uang Koin, Pedagang Mainan: Pejabat, Tolong Jangan Disalahgunakan

Selama tiga tahun terakhir Nursam Romdoni menyisihkan uang koin hasil menabung untuk membayar pajak.

Editor: Widyartha Suryawan
KOMPAS.COM/MUHLIS AL ALAWI
Nursam Romdoni, pedagang mainan dan aksesoris wanita asal Kelurahan Kertosari, Kecamatan Ponogoro, Kabupaten Ponorogo membayar pajak mobil dengan uang koin yang dikumpulkan dalam setahun. 

TRIBUN-BALI.COM - Ada berbagai cara yang dilakukan masyarakat untuk dapat membayar pajak.

Seperti yang dilakukan selama tiga tahun terakhir oleh Nursam Romdoni, seorang warga asal Kelurahan Kertosari, Kecamatan Ponorogo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

Ia menyisihkan uang koin untuk membayar pajak.

Dengan membawa tumpukan kantong platik berisi uang koin, Nursam Romdoni mendatangi kantor Samsat pada Kamis (22/10/2020).

Kedatangannya itu untuk membayar pajak mobil pikapnya sebesar Rp 1,2 juta dengan uang koin dari hasil menabung.

Nursam Romdoni, pedagang mainan dan aksesoris wanita asal Kelurahan Kertosari, Kecamatan Ponogoro, Kabupaten Ponorogo, membayar pajak mobil dengan koin yang dikumpulkan dalam setahun.

Romdoni sengaja membayar pajak dengan koin untuk memberi pesan agar pejabat negara tak korupsi.

Baca juga: Naskah Omnibus Law UU Cipta Kerja Kembali Berubah, Presiden KSPI: Seperti Sinetron Dikejar Tayang

Menurutnya, gaji para pejabat berasal dari pajak yang disetor masyarakat kepada negara.

“Jadi tolong orang-orang yang di atas seperti pejabat tolong jangan sampai disalahgunakan. Ini (uang pajak) kan amanah dari masyarakat. Kami disuruh bayar pajak juga siap,” kata Romdoni usai membayar pajak mobil pikapnya di Kantor Samsat Ponorogo, Kamis (22/10/2020).

Romdoni mengaku tak malu membayar pajak dengan koin.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved