Breaking News:

Berita Kota Denpasar

Rai Iswara Pensiun, Made Toya Diajukan Sebagai Pjs Sekda Kota Denpasar

Sehingga jabatan Sekda Kota Denpasar untuk sementara waktu akan lowong sampai adanya pengganti yang baru.

Penulis: Putu Supartika | Editor: Wema Satya Dinata
Humas Pemkot Denpasar
Acara pamitan Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara bertepatan dengan Hari Ulang Tahunnya ke-60 pada Jumat (23/10/2020) lalu 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Per Minggu (1/11/2020) Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara resmi pensiun dari tugasnya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Sehingga jabatan Sekda Kota Denpasar untuk sementara waktu akan lowong sampai adanya pengganti yang baru.

Untuk mengisi kekosongan tersebut dan sambil menunggu proses lelang jabatan, maka Pemkot Denpasar mengusulkan Asisten I Setda Kota Denpasar, I Made Toya ke Pemprov Bali sebagai Pejabat Sementara (Pjs) menggantikan Rai Iswara.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Denpasar, I Wayan Sudiana mengatakan lelang Sekda Kota Denpasar dinyatakan ditunda sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

Baca juga: Libur Panjang, Warga Lokal Diprediksi Ramai Wisata Spiritual ke Nusa Penida Klungkung

Baca juga: Pelatih Bali United Teco: Orang Asing Senang Bila Venue Pembukaan Piala Dunia U-20 di Bali

Baca juga: Bandara Ngurah Rai Atensi Beberapa Hal Bila Terjadi Peningkatan Penumpang saat Libur & Cuti Bersama

Penundaan tersebut dilakukan karena belum ada izin dari Kementerian Dalam Negeri dengan alasan masih dalam proses tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Sudiana menambahkan, walaupun lelang ditunda, namun pihaknya sudah membentuk Panitia Seleksi (Pansel) sejak Agustus 2020 lalu.

"Dalam Pansel calon Sekda Kota Denpasar itu beranggotakan 5 orang, terdiri dari 2 pejabat teras Pemprov Bali dan 3 orang akademisi," katanya, Senin (26/10/2020).

Adapun anggota Pansel tersebut yakni 2 pejabat Pemprov Bali yaitu Kepala BKD Provinsi Bali I Ketut Lihadnyana (kini Pjs Bupati Badung) dan Kepala Inspektorat Provinsi Bali, I Wayan Sugiada.

Sementara akademisi semuanya berasal dari Unud, yakni Prof. Dr. I Wayan Ramantha, Dr. Ida Bagus Jelantik Sutanegara Pidana, dan Prof. Dr. I Ketut Mertha.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved