Tubuh Made Deko Ditemukan Telungkup Tak Bernyawa di Telabah Belakang Rumah

Hendak buang air besar di telabah (sungai kecil) belakang rumah, Wayan Merta justru mendapati kejadian tak terduga.

Istimewa
Penemuan mayat telanjang dengan posisi tertelungkup di telabah belakang rumahnya. Polisi ketika melakukan olah TKP di lokasi kejadian, Minggu (25/10/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Hendak buang air besar di telabah (sungai kecil) belakang rumah, Wayan Merta justru mendapati kejadian tak terduga.

Pria 60 tahun itu mendapati tubuh seorang pria telanjang tak bergerak dalam posisi telungkup.

Informasi yang dihimpun, kejadian tersebut diketahui pada hari Minggu (25/10/2020) sekitar pukul 15.00 wita, bertempat di saluran irigasi Subak Jero Gading, wilayah Banjar Banglemah Kangin, Desa Apuan, Susut, Bangli, Bali.

Wayan Merta yang saat itu hendak buang air besar, mula-mula mendapati ember berisi baju namun tak melihat ada orang di dekat baju tersebut.

Baca juga: Tiga Tahun Lagi Sentuh 40 Tahun, Spider Wan: Makin Usia Bertambah Makin Baik

Baca juga: 12000 Unit Rumah di Karangasem Bali Tak Layak Huni, Atap Pakai Daun Kelapa, Begini Kondisinya

Baca juga: Menjadi Solusi Urban Farming, TMMD Kodim Badung Diharapkan Dapat Pacu Semangat Petani Garap Lahannya

Namun saat menghadap ke selatan, Merta melihat seorang pria telanjang dalam posisi telungkup.

Dirinya pun segera mendatangi pria yang diketahui bernama I Made Deko itu, dan berupaya membangunkan dia.

Namun lantaran tak bergerak, Merta bergegas kembali ke rumah dan memanggil cucunya bernama I Kadek Juniawan untuk melakukan pertolongan.

Baca juga: Libur Akhir Oktober 2020, Nusa Penida Bali Bisa Jadi Pilihan Tujuan Wisata Spiritual

Baca juga: Begini Percakapan Kerabat Jokowi dan Eko sebelum Dihantam Linggis dan Dibakar

Baca juga: Tak Perlu Mahal, Ini Banten dan Rentetan Upacara Ngaben di Bali

Namun diketahui pria 55 tahun itu sudah tidak bernapas, mulut mengeluarkan busa dan muka membiru.

Kasubag Humas Polres Bangli, AKP Sulhadi saat dikonfirmasi Senin (26/10/2020) membenarkan hal tersebut.

Dikatakan pasca diketahui tak bernapas, Juniawan segera memanggil adiknya yang bernama I Wayan Prajana untuk membantu mengangkat tubuh korban dari telabah sedalam 30 sentimeter itu, dan membawa ke rumah duka.

Baca juga: Operasi Zebra Lempuyang di Bali Tak Ada Razia Besar-besaran, Hanya di Pos Lantas

Baca juga: Update Covid-19 di Denpasar, 26 Oktober: Pasien Sembuh 6 Orang, Kasus Positif Bertambah 22 Orang

Baca juga: Eks Bupati Talaud Dihukum Penjara Dua Tahun, Dijebloskan ke Lapas Anak Wanita Tangerang

Lanjut AKP Sulhadi, pihaknya pun telah mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP dan pemeriksaan sejumlah saksi.

Berdasarkan keterangan dari keluarga korban, diketahui bahwa Made Deko sejatinya memiliki penyakit mag akut.

Pada saat itu, imbuh AKP Sulhadi, Made Deko merasa dirinya kurang enak badan dan memutuskan untuk berendam.

“Keterangan dari pihak keluarga, yang bersangkutan saat itu merasa tubuhnya gerah dan panas, sehingga ia memutuskan untuk berendam ke telabah. Kuat dugaan korban meninggal karena sakit yang diderita,” tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved