Dukung Implementasi Pergub No 99/2018, Perusda Bali Hadirkan 23 UMKM Lokal Bali di Mall
Bali Kui 2.0 Fair diadakan di Hypermart Mal Bali Galeria mulai hari ini hingga tanggal 1 Nopember 2020 mulai dari pukul 11.00 — 21.00 WITA
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Wema Satya Dinata
Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin
TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Perusahaan Daerah Provinsi Bali (Perusda Bali) untuk mendukung Implementasi Peraturan Gubernur Nomor 99 Tahun 2018 Tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali dengan melakukan Upgrading Produk Pangan Lokal UMKM Bali masuk ke retail modern menggelar acara Bali Kui 2.0 Fair "UMKM Bali Naik Kelas".
Dengan tujuan sehingga Kemandirian Pangan dan Kemandirian Ekonomi yang merupakan perwujudan Ekonomi Gotong Royong sesuai Visi Misi Gubernur Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali bisa terwujud.
Bali Kui 2.0 Fair diadakan di Hypermart Mal Bali Galeria mulai hari ini hingga tanggal 1 Nopember 2020 mulai dari pukul 11.00 — 21.00 WITA.
"Program ini kita buat agar produk dari UMKM di Bali bisa lebih berkualitas dan bisa masuk ke pasar nasional bahkan internasional. Jadi kita disini di Mall Bali Galeria mengajak kerjasama Hypermart dan juga manajemen MBG untuk memperkenalkan produk Kui ini kepada masyarakat," ujar Panitia Bali Kui 2.0 Fair, Ida Bagus Nyoman Devina Yesa, Kamis (29/10/2020).
Baca juga: Update Covid-19 di Denpasar: Kasus Positif Bertambah 11 Orang, 14 Pasien Sembuh dan 1 Meninggal
Baca juga: Badung Gencarkan Sidak Prokes Saat Libur Panjang, Temukan 38 Pelanggar di Wilayah Seminyak
Baca juga: Antisipasi Peningkatan Konsumsi BBM di Libur Panjang, Pertamina Jamin Pelayanan Tetap Optimal
Kegiatan ini awal dari Perusda Bali memperkenalkan produk UMKM asli Bali kepada masyarakat dimana kedepannya akan kita sediakan pasar kepada mereka agar dapat berkelanjutan, kita bimbing agar produk mereka bisa tetap survive dan bersaing dengan produk lainnya.
UMKM yang dilibatkan kali ini sebamyak 23 UMKM dengan produk mulai dari pangan dan sandang berasal dari Kota/Kabupaten se-Bali.
"Kebanyakan produk pangan yang mereka bawa dan hasilkan serta dipasarkan adalah ciri khas daerahnya masing-masing. Seperti minyak kelapa tandusan dari Karangasem, ada juga produk garam Kusamba," jelasnya.
Dengan masyarakat berbelanja berbagai macam produk-produk pertanian dan olahan UMKM Asli Bali pada acara ini agar pelaku usaha serta ekonomi lokal terus tumbuh berkembang khususnya ditengah pandemi Covid-19.
Setelah kegiatan ini Perusda Bali akan menjajaki beberapa supermarket lainnya yang ada di Bali umumnya menggelar kegiatan sama seperti ini selain itu juga akan membuat minimarket modern yang akan dimiliki oleh Desa Adat.
"Kita akan membuat minimarket modern yang akan dimiliki oleh Desa Adat di Bali. Jadi minimarket ini dikelola oleh Desa Adat dan produk-produknya yang di jual berasal dari para UMKM dan para petani yang kerjasama dengan kita dibawah naungan Bali Kui," imbuh Nyoman Yesa.
Dan selama periode Fair konsumen akan mendapatkan voucher belanja Hypermart senilai Rp 50 ribu untuk pembelanjaan total Rp 500 ribu pada hari yang sama pada semua stand UMKM.
Bali Kui 2.0 Fair dimeriahkan juga dengan pameran kendaraan motor listrik Gesits yang kedepan akan diproduksi di Bali tepatnya di daerah Pekutatan Kabupaten Jembrana.
Terdapat juga pameran produk Pisang Cavendish "Bali Fresh" yang ditanam pada Unit Perkebunan Perusda Bali Pekutatan Jembrana, merupakan Kerjasama Perusda Bali dengan PT. Great Giant Pinneapple (GGP).(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/suasana-bali-kui-20-fair-yang-diadakan-oleh-perusda-bali-di-hypermart-mal-bali-galeria.jpg)