Musim Hujan Rawan Banjir dan Pohon Tumbang, Ini Imbauan BPBD Denpasar
Musim penghujan telah tiba, masyarakat diminta mewaspadai adanya bencana-bencana alam seperti potensi adanya banjir dan pohon tumbang.
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Musim penghujan telah tiba, masyarakat diminta mewaspadai adanya bencana-bencana alam seperti potensi adanya banjir dan pohon tumbang.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar, Ida Bagus Joni Ariwibawa memberikan imbauan khusus kepada masyarakat saat memasuki musim penghujan, salah satunya tidak membuang sampah sembarangan.
"Kami mengimbau saat memasuki musim penghujan ini agar masyarakat berhati-hati dalam bepergian keluar rumah, apabila ada pohon perindang di lingkungan umum dan jalan yang sekiranya membahayakan agar diinfokan kepada DLHK untuk dirompes," kata Joni kepada Tribun Bali, Kamis (29/10/2020).
Baca juga: Kakek 88 Tahun Hilang 11 Bulan, Nyoman Sadru Ditemukan Tinggal Tengkorak, Dikira Tempurung Kelapa
Baca juga: Kelulusan CPNS 2019 Diumumkan Besok, Ini Tahapan Selanjutnya Jika Dinyatakan Lulus
Baca juga: Denpasar Diguyur Hujan Sore Ini, Jalan Gunung Rinjani Tergenang Air Setinggi Lutut Orang Dewasa
"Jangan membuang sampah ke saluran air, jaga kebersihan saluran air, gorong-gorong dan sungai, karena berpotensi menyebabkan banjir," imbuhnya.
Joni menambahkan, apabila mengalami bencana masyarakat agar dapat segera menghubungi kantor BPBD.
"Apabila mengalami bencana segera hubungi BPBD Denpasar di 112 atau 0361223333. Misalkan ada kasus genangan air, ya kalau bisa disedot dan ada tempat pembuangannya kita bantu, kita siagakan alat penyedot air," tuturnya.
Akibat diguyur hujan, Jalan Gunung Rinjani, Monang-Maning, Denpasar Barat, Denpasar, Bali, tergenang air hingga mencapai 50 centimeter atau setinggi lutut orang dewasa, pada Kamis (29/10/2020).
Baca juga: Tidak Bawa Hasil Rapid Test, Penumpang Kapal yang Masuk Bali Diarahkan untuk Tes di Pelabuhan
Baca juga: Papa Kerja Dulu untuk Beli Susu, Ternyata Pulang Dalam Keadaan Mengenaskan
Baca juga: Demi Piala Dunia U20, Kantor Bawaslu Gianyar Bali Dipindah dari Stadion Kapten Dipta
"Sekitar pukul 17.00 Wita tadi ketinggian air sampai setinggi lutut," kata salah seorang warga yang melintas di lokasi, I Gede Rama kepada Tribun Bali.
Joni Ariwibawa menyampaikan tidak ada laporan masuk terkait adanya genangan air atau banjir.
"Tidak ada laporan masuk," kata Joni.
Joni menyebut, adanya genangan air di Jalan Gunung Rinjani disebabkan saluran pembuangan terhambat.
"Biasanya yang memicu genangan saluran pembuangan terhambat," kata dia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/terjadi-genangan-air-di-jalan-gunung-rinjani-monang-maning.jpg)