Prancis Naikkan Status Darurat ke Level Tertinggi Setelah Diguncang 2 Serangan dalam Sehari
Serangan pertama terjadi di Basilika Notre Dame, Nice, di mana seorang pelaku menewaskan tiga orang, dengan salah satunya dipenggal.
TRIBUN-BALI.COM - Pemerintah Prancis menetapkan status darurat ke level tertinggi menyusul terjadinya dua serangan yang melanda negara itu pada Kamis (29/10/2020).
Serangan pertama terjadi di Basilika Notre Dame, Nice, di mana seorang pelaku menewaskan tiga orang, dengan salah satunya dipenggal.
Wali Kota Christian Estrosi menyatakan berdasarkan informasi yang dia terima, si pelaku berteriak ketika menyerang menggunakan pisau
Dua orang tewas di dalam gereja, dengan salah satunya dipenggal.
Baca juga: Kasus Harian Covid-19 di Rusia Catat Rekor Tertinggi, Presiden Putin: Kami Tidak Berencana Lockdown
Baca juga: KSBSI Serukan Sektor yang Masih Menikmati Keuntungan Selama Pandemi Naikkan Upah Minimum 2021
Baca juga: PDIP Bali Kerahkan 28.245 Orang Saksi dan Regu Penggerak Pemilih di 6 Kabupaten/Kota, Amankan Suara
Estrosi menyebut salah satu korban diyakini adalah petugas basilika.
Sementara korban ketiga sempat berhasil kabur dan meminta perlindungan di bar neo-Gotik abad ke-19 yang berlokasi di seberang jalan, sebelum tewas karena lukanya.
"Terduga penyerang pisau ditembak oleh polisi ketika ditahan. Dia kemudian dilarikan ke rumah sakit, namun masih hidup," kata Estrosi.
Sementara serangan lain terjadi di Avignon, di mana seorang pria ditembak mati oleh polisi karena mengancam pengguna jalan yang lewat.
Dilansir Daily Mirror dalam insiden yang terjadi pukul 11.15 waktu setempat, penegak hukum yang tiba di lokasi juga mendapat ancaman.
Berdasarkan laporan stasiun radio Europe1, si lelaki juga sempat berteriak, di mana dia mengancam pengguna jalan dengan pistol.
Karena dua serangan itulah, Perdana Menteri Prancis Jean Castex dikutip Sky News mengumumkan pemerintah menaikkan status darurat ke level tertinggi.
Kepada Dewan Nasional Prancis (setara dengan parlemen), PM Castex juga menyatakan tanggapan Paris terhadap insiden ini akan tegas dan terukur.
Dua penyerangan ini terjadi setelah Presiden Emmanuel Macron mendapat kecaman dari dunia Islam terkait dengan sikapnya atas pembunuhan Samuel Paty.
Paty adalah guru Sejarah yang dipenggal oleh Abdoullakh Anzorov, remaja Chechen berusia 18 tahun pada 16 Oktober di dekat Paris.
Baca juga: Spider Wan Buka Suara Terkait kelanjutan Kontraknya Pasca Liga 1 dan 2 Musim 2020 Ditunda
Baca juga: 6 Cara Mudah untuk Mencegah Sakit Punggung
Baca juga: PDIP dan Golkar Bali Bakal Habis-habisan Demi Pilkada Karangasem, Begini Strateginya
Guru berusia 47 tahun tersebut dibunuh dengan pisau dapur setelah menunjukkan kartun Nabi Muhammad sebagai bagian dari kelas kebebasan berekspresi.
Macron kemudian menegaskan bahwa pemerintahannya tidak akan pernah mengecam atau menurunkan karikatur yang kontroversial tersebut.(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dilanda 2 Serangan dalam Sehari, Perancis Naikkan Status Darurat ke Level Tertinggi",
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/polisi-berada-di-lokasi-serangan-di-nice-perancis-pada-kamis-29102020.jpg)