Kisah Kesaktian Ratu Gede Mas Mecaling Dalem Ped, Dianugerahi Ajian Kanda Sanga hingga Panca Taksu

Inilah kisah Ida Bhatara Ratu Gede Mas Mecaling, yang berstana di Pura Dalem Ped, Nusa Penida, Klungkung.

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Sejumlah umat tangkil di Pura Dalem Ped, Nusa Penida, Klungkung, belum lama ini. Di pura ini berstana Ida Bhatara Ratu Gede Mas Mecaling. 

Setelah mendapat anugerah Kanda Sanga ini, tiba-tiba fisik Pangeran I Gede Mecaling menjadi berubah.

Badannya menjadi besar, wajahnya menjadi menyeramkan, taringnya menjadi panjang, suaranya menggetarkan seisi jagat raya.

Sedemikian hebat dan sangat menyeramkan, maka seketika itu juga jagat raya menjadi guncang.

Kegaduhan, ketakutan, kengerian yang disebabkan oleh rupa, bentuk, dan suara yang meraung-raung siang dan malam dari pangeran I Gede Mecaling membuat gempar di mercapada (dunia).

Melihat dan mendengar hal itu, para dewa ikut menjadi bingung karena tidak ada satu orang pun yang bisa menandingi kesaktian pangeran I Gede Mecaling. Bahkan sesungguhnya para dewata ini sejatinya tidak ada yang bisa menandinginya.

Tidak ada yang bisa mengalahkan kesaktian Pangeran I Gede Mecaling yang bersumber dari kedua taringnya, yang telah diberi anugerah oleh Ida Bhatara Siwa, dan para dewa lainnya.

Baca juga: AWK Diminta Jaga Ucapan: Jangan Mengambil Agama, Kalau Tidak Paham

Selain dari taring (caling), I Gede Mecaling juga memliki kesaktian Catur Sakti.

Peringainya yang tampan, tiba-tiba menyeramkan dan taringnya adalah sumber kesidhiannya atau kekuatannya, sehingga berkuasa atas rakyat Nusa sekala-niskala.

Atas kesaktian I Gede Mecaling ini, pada akhirnya dirinya menjadi nyapa kadi aku atau lupa diri.

Kesaktian membuatnya sombong dan angkuh sehingga berani melawan para dewa.

Tidak lagi menjadi sosok pangeran yang baik hati, tetapi justru menjadi angkuh. Rakyat Nusa yang memuja Hyang Widhi, dewa, bhatara, dan leluhur pun dilarang.

Bahkan tidak segan-segan Pangeran I Gede Mecaling memberikan hukuman kepada rakyatnya yang berani melanggar larangannya ini.

Atas ulahnya, para dewa menjadi resah. Terlebih kesaktiannya yang sangat tinggi tak ada yang menandingi.

Para dewa akhirnya memutuskan mengutus Dewa Indra ke bumi untuk menghukum sang pangeran.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved