Breaking News:

Rajin Berolahraga Jantung Seseorang Pasti Sehat, Mitos atau Fakta?

Banyak orang yang beranggapan bahwa seseorang yang rajin berolahraga dan memiliki badan atletis sudah pasti memiliki jantung yang sehat.

Penulis: Noviana Windri
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Tribun Bali
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah RS Kasih Ibu Denpasar, Ni Wayan Lena Agustini, SpJP FIHA dalam segmen Bli Ojan Jeg Lais 'Mitos atau Fakta, Rajin Berolahraga Jantungnya Sehat' 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Noviana Windri Rahmawati

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Banyak orang yang beranggapan bahwa seseorang yang rajin berolahraga dan memiliki badan atletis sudah pasti memiliki jantung yang sehat.

Namun, kita seringkali dibuat kaget ketika mendengar seseorang yang rajin berolahraga meninggal akibat serangan jantung.

Lalu fakta atau mitos orang yang sering berolahraga selalu punya jantung yang sehat?

Baca juga: Askab PSSI Klungkung dan Veteran FC Berbalas Gol, Tim Tamu Menang 4-3

Baca juga: All New Aerox 155 Connected, MAXi Sport Scooter Terbaik di Kelasnya

Baca juga: Istri Tolak Rawat Anak Tiri, Suami Murka dan Tikam Hingga Tewas, Seusai Itu Bunuh Diri

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah RS Kasih Ibu Denpasar, Ni Wayan Lena Agustini, SpJP FIHA menjelaskan bahwa anggapan seseorang yang rajin berolahraga dan memiliki badan atletis sudah pasti memiliki jantung yang sehat adalah mitos.

Dijelaskannya tidak ada yang bisa menjamin badan kurus tidak akan terkena penyakit jantung.

Maupun orang yang gemuk pasti akan terkena penyakit jantung.

"Kita tidak tahu kadar kolesterol pada orang. Bisa saja dia kurus tetapi ternyata kadar kolesterolnya tinggi sekali atau dia mengalami gejala awal diabetes. Jadi belum tentu," jelasnya dalam youtube Tribun Bali berjudul 'Mitos atau Fakta, Rajin Berolahraga Jantungnya Sehat' diakses pada Senin (2/11/2020).

Baca juga: Stres Bisa Bikin Perut Jadi Buncit, Berikut Tips untuk Mengatasinya

Baca juga: Beredar Viral Video Remaja Injak-injak Makam Pahlawan, Terungkap Pelakunya Ini

Baca juga: Harga Nasi Goreng di Lokasi Wisata Ini Rp 355.999 Viral, Begini Penjelasan Kadispar Bintan

Ni Wayan Lena Agustini, SpJP FIHA menyarankan siapapun orangnya untuk melakukan deteksi dini atau screening awal untuk mendeteksi adanya gangguan atau risiko penyakit jantung.

Dikutip dari website resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, terdapat beberapa gejala penyakit jantung koroner di antaranya.

1. Nyeri dan rasa tidak nyaman di dada tengah, dada kiri atau epigastrium, menjalar ke leher, bahu kiri dan tangan kiri, serta punggung

Baca juga: Ibrahimovic Akui Akan Layangkan Ancaman Kepada Paolo Maldini Jika Terus Cetak Gol untuk AC Milan

2. Seperti tertekan, diremas-remas terbakar atau ditusuk.

3. Dapat disertain keringat dingin, mual, muntah, lemas, pusing melayang, serta pingsan.

4. Timbul tiba-tiba dengan intensitas tinggi, berat ringan bervariasi. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved