Sponsored Content

Dua Pejabat Eselon II Dilantik oleh Bupati Jembrana

Dua orang pejabat untuk menduduki jabatan Eselon II, dilantik oleh Bupati Jembrana, I Putu Artha, Senin (2/11/2020) kemarin.

Istimewa
Pelantikan dua pejabat Eselon II di Lingkungan Pemkab Jembrana, Senin (2/11/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Dua orang pejabat untuk menduduki jabatan Eselon II, dilantik oleh Bupati Jembrana, I Putu Artha, Senin (2/11/2020) kemarin.

Kedua orang tersebut yakni Gusti Putu Anom Saputra yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bagian Perlengkapan, selanjutnya menjabat Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dan dr I Gusti Bagus Ketut Oka Parwata yang sebelumnya menjabat Direktur RSU Negara, selanjutnya menjabat Kepala Dinas Kesehatan.

Selain dua orang pejabat di atas sebelumnya, dari empat hasil seleksi terbuka yang telah dilaksanakan dari Januari 2020 sampai dengan Februari 2020, dua pejabat pimpinan tinggi pratama pada Juli lalu yaitu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik dan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja.

Baca juga: Kunjungan Wisman ke Bali Pada September 2020 Tercatat 83 Kunjungan, Naik 277,27 Persen

Baca juga: Pilpres AS 2020: Jajak Pendapat Sebut Joe Biden Unggul Tipis Atas Donald Trump di Pennsylvania

Baca juga: 2 Tahun Nikah Lalu Cerai, Chef Juna Rela Rawat Mantan Istri yang Hamil dengan Pria Lain

Bupati Jembrana I Putu Artha mengatakan, Pemkab Jembrana sedang menghadapi masa Pemilukada, di mana memberikan pengaruh besar dalam penataan ASN (Aparatur Sipil Negara).

Dengan adanya Undang-Undang Pemilihan Umum Kepala Daerah Nomor 10 Tahun 2016 yang ditindaklanjuti dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 73 Tahun 2016 tentang pendelegasian wewenang penandatanganan persetujuan tertulis untuk melakukan penggantian pejabat di lingkungan pemerintah daerah dan ditegaskan kembali melalui Surat Edaran Mendagri Nomor 273/487/SJ tentang penegasan dan penjelasan terkait pelaksaan Pemilihan Kepala Daerah ( Pilkada Serentak Tahun 2020) tanggal 21 Januari 2020.

Sehingga proses seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama tahun ini melalui proses yang sangat panjang, melalui 4 kali proses rekomendasi yaitu 2 kali dari KASN dan 2 kali Menteri Dalam Negeri.

Baca juga: UU Cipta Kerja Kian Permudah Tenaga Kerja Asing Bekerja di Indonesia, Berikut Ini Perubahanya

Baca juga: Buruh Ajukan Judicial Review UU Cipta Kerja ke MK, Soroti Rezim Upah Murah hingga Outsourcing

Baca juga: Buka-bukaan Marshanda Kepada Nia Ramadhani Soal Heboh Video 11 Tahun Lalu, Akui Dipaksa ke RSJ

“Hal tersebut harus dilalui, karena apabila dilanggar, maka sanksinya sangat berat yaitu dapat mendiskualifikasikan pencalonan Bupati/Wakil Bupati bagi calon dari Petahana.

Di satu sisi, kita sangat membutuhkan rekomendasi tersebut. Supaya tidak ada kekosongan jabatan khususnya pada jabatan Pimpinan Tinggi, mengingat kedua jabatan ini sangat strategis dalam memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat,” paparnya.

 Bupati Artha mengaku, Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Jembrana, yang diambil sumpahnya untuk selalu menunjukkan kompetensi, prestasi, integritas, dan loyalitas dalam melaksanakan tugas nanti.

Baca juga: Melaney Ricardo Akui Positif Covid-19, Sebut Badai Kehidupan yang Sangat Berat

Baca juga: Resmi Dibuka Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 11, Ini Panduan & Daftar Via www.prakerja.go.id

Baca juga: Sidang Lanjutan, Hari Ini Jerinx Hadapi Tuntutan Tim Jaksa

Sehingga visi dan misi yang telah ditetapkan dapat tercapai.

Di samping itu juga, untuk selalu proaktif mendengarkan keluhan dan harapan yang disampaikan oleh masyarakat sesuai dengan tugas pokok masing-masing.

“Mari kita jadikan keluhan dan harapan masyarakat ini sebagai tantangan untuk bekerja keras dalam membangun Jembrana yang kita cintai ini,” akunya.

Dengan dilantiknya kedua pejabat eselon II tersebut terjadi kekosongan untuk jabatan dieselon II yang ditinggalkan.

Karena itu, untuk sementara waktu, Bupati Artha tetap menunjuk keduanya menjadi Pelaksana tugas. dr Oka Parwata menjadi plt Direktur RSU Negara sedangkan I Gusti Anom Saputra sebagai plt Kabag Perlengkapan Setda Jembrana.

Baca juga: Jadwal Acara Belajar dari Rumah Selasa 3 November 2020, Ada Tayangan 3 Film Nasional

Baca juga: Jadwal Belajar dari Rumah TVRI, Selasa 3 November 2020, Kelas 4-6 SD: Gagasan Pokok

Dari data yang dihimpun, Anom Saputra merupakan pejabat asal Dauhwaru kelahiran Juni 1975, sebelumnya sempat menjadi camat Jembrana dan Kabag Perlengkapan.

Sedangkan dr Oka Parwata, juga asal Dauhwaru kelahiran Oktober  tahun 1974. Sebelum menjabat direktur RSU Negara juga sempat berkarir di Dinas Kesehatan sebagai Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.

Terhadap kekosongan jabatan lainnya, Pemkab Jembrana sudah menyampaikan permohonan rekomendasi untuk memulai pelaksanaan seleksi jabatan pimpinan tinggi pratama untuk calon sekretaris daerah yang akan memasuki masa pensiun  dan Kepala Dinas PUPR yang sudah masuk purna tugas.

Namun, keduanya masih menunggu persetujuan Mendagri mengingat aturan bagi daerah yang melaksanakan Pilkada proses seleksi JPT harus mendapat persetujuan Mendagri. Demikian hal nya untuk pelantikan pejabat, baik JPT, eselon III dan eselon IV. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved