Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Beredar Pesan Terjadi Gelombang Panas di Bali, BMKG Denpasar Angkat Bicara

Beredar pesan berantai yang mengatakan Bali dilanda gelombang panas, begini penjelasan BMKG Denpasar

Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Seorang pedagang tengah melintas di Pantai Sanur, Denpasar, Bali, di tengah cuaca panas yang terjadi di Bali. Beredar pesan berantai yang mengatakan Bali dilanda gelombang panas, begini penjelasan BMKG Denpasar. 

Pusat tekanan atmosfer tinggi ini menyulitkan aliran udara dari daerah lain masuk ke area tersebut. 

"Semakin lama sistem tekanan tinggi ini berkembang di suatu area, semakin meningkat panas di area tersebut, dan semakin sulit awan tumbuh di wilayah tersebut," ujarnya.

Saat ini, dipaparkan dia, berdasarkan pantauan BMKG terhadap suhu maksimum di wilayah Indonesia, memang suhu tertinggi siang hari ini mengalami peningkatan dalam beberapa hari terakhir.

Baca juga: Betulkah Indonesia Dilanda Gelombang Panas? Begini Penjelasan BMKG Soal Fenomena Suhu Panas

Baca juga: Cuaca Gerah Beberapa Hari Terakhir, BMKG Bantah Akibat Ada Gelombang Panas, Ini Penjelasannya

"Tercatat suhu >36°C terjadi di Bima, Sabu, dan di Sumbawa pada catatan meteorologis tanggal (12/11/2020). Suhu tertinggi pada hari itu tercatat di Bandara Sultan Muhammad Salahudin, Bima yaitu 37,2°C. Namun catatan suhu ini bukan merupakan penyimpangan besar dari rata-rata iklim suhu maksimum pada wilayah ini, masih berada dalam rentang variabilitasnya di Bulan November," bebernya.

Penyebab Cuaca Panas di Bali

Kepala Bidang Data dan Informasi BBMKG Wilayah III Denpasar Iman Faturahman menampik kabar terjadinya gelombang panas di Bali.

Disebutkannya, setidaknya suhu maksimum yang meningkat dalam beberapa hari ini di Bali dapat disebabkan oleh beberapa hal.

"Pada bulan November, kedudukan semu gerak matahari adalah tepat di atas Pulau Jawa dalam perjalanannya menuju posisi 23 lintang selatan setelah meninggalkan ekuator," kata dia saat dikonfirmasi Tribun Bali, Sabtu (14/11/2020) malam ini.

Lanjutnya, posisi semu Matahari di atas Pulau Jawa akan terjadi 2 kali, yaitu bulan November dan April.

"Sehingga puncak suhu maksimum mulai dari Jawa hingga NTT terjadi di seputar bulan-bulan tersebut," paparnya.

"Cuaca cerah juga menyebabkan penyinaran langsung sinar matahari ke permukaan lebih optimal, sehingga terjadi pemanasan suhu permukaan," imbuhnya.

Sementara itu, cuaca cerah di Jakarta dalam dua hari terakhir berkaitan dengan berkembangnya siklon tropis Vamco di Laut Cina Selatan yang menarik masa udara dan awan-awan, sehinggga menjauhi wilayah Indonesia bagian selatan.

"Sehingga cuaca cenderung menjadi lebih cerah dalam 2 hari terakhir," ungkapnya.

Sebagai tambahan informasi, bagi masyarakat yang hendak memperoleh informasi terkini terkait perubahan iklim, BMKG senantiasa membuka layanan informasi cuaca 24 jam.

Baca juga: Cuaca Panas di Bali dan Daerah Lainnya di Indonesia, Waspada Cepat Lelah dan Mengantuk

Baca juga: Cuaca Beberapa Hari Terakhir Terasa Sangat Panas Meski Musim Hujan, Anda Merasakan? Ini Kata BMKG

"Untuk informasi terkait BMKG masyarakat bisa menghubungi melalui Call center 021-6546318; http://www.bmkg.go.id; twitter @infobmkg @infohumasbmkg; Aplikasi iOS dan android "Info BMKG"; atau dapat langsung menghubungi kantor BMKG terdekat," paparnya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved