Kapan Puncak Musim Hujan di Bali? Ini Penjelasan BBMKG III Denpasar
Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar memperkirakan puncak musim hujan di Bali
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Ady Sucipto
Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar memperkirakan puncak musim hujan di Bali terjadi pada bulan Januari 2021 mendatang.
Seperti disampaikan Kepala Bidang Data dan Informasi BBMKG Wikayah III Denpasar Iman Faturahman kepada Tribun Bali.
Meski begitu, disebutkannya beberapa wilayah di Provinsi Bali sudah mulai memasuki musim penghujan.
"Berdasarkan hasil observasi dari pos hujan BMKG, untuk Provinsi Bali beberapa wilayah sudah masuk musim hujan seperti Bali bagian tengah, Bali bagian barat dan Bali bagian selatan," paparnya
Lanjut Iman, sedangkan untuk Bali bagian Utara dan Nusa penida diperkirakan akan masuk musim hujan pada bulan November dan desember.
"Sehingga puncak musim hujan di Provinsi Bali diperkirakan jatuh sekitar bulan Januari 2021 mendatang," jelasnya.
Selain itu, musim hujan tahun ini dipengaruhi fenomena La Nina yang akan menambah jumlah curah hujan di wilayah Bali.
Ternyata bukan gelombang panas loh, yang terjadi di Bali hingga menyebabkan cuaca sangat panas.
Ini penyebab cuaca sangat panas di Bali akhir-akhir ini.
Kepala Bidang Data dan Informasi Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar Iman Faturahman menampik kabar terjadinya gelombang panas di Bali.
Disebutkannya, setidaknya suhu maksimum yang meningkat dalam beberapa hari ini di Bali dapat disebabkan oleh beberapa hal.
"Pada bulan November, kedudukan semu gerak matahari adalah tepat di atas Pulau Jawa dalam perjalanannya menuju posisi 23 lintang selatan setelah meninggalkan ekuator," kata dia saat dikonfirmasi Tribun Bali, Sabtu (14/11/2020) malam ini.
Baca juga: Beredar Pesan Terjadi Gelombang Panas di Bali, BMKG Denpasar Angkat Bicara
Baca juga: Ini Penjelasan BMKG Wilayah III Denpasar Soal Adanya Isu Gelombang Panas di Indonesia, Termasuk Bali
Baca juga: Bukan Gelombang Panas, Ini Penyebab Cuaca Panas di Bali Beberapa Hari Ini
Lanjutnya, posisi semu Matahari di atas Pulau Jawa akan terjadi 2 kali, yaitu bulan November dan April.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/hujan-lebat.jpg)