Breaking News:

Jangan Buang Bersama Limbah Rumah Tangga, Berikut Cara Tepat Membuang Pembalut Haid

Sebenarnya ada cara efektif untuk membuang limbah menstruasi dengan benar agar kita dan lingkungan sekitar tetap bersih dan higienis.

Editor: Ida Ayu Suryantini Putri

TRIBUN-BALI.COM - Banyak anak perempuan dan perempuan menghadapi kesulitan selama haid berlangsung, terutama ketika mereka tidak tahu bagaimana dan ke mana membuang pembalut bekas menstruasi mereka.

Penelitian telah menunjukkan bahwa membuang pembalut bekas di tempat terbuka, dibuang ke jamban, membakar atau menguburnya, tidak aman dan tidak higienis, terutama bagi lingkungan.

Di negara-negara berkembang, terutama di pedesaan seperti di India dan Ethiopoa, mereka membakar atau membuang penyerap menstruasi di ruang terbuka, atau dibuang di jamban.

Baca juga: 7 Drakor Lawas Ini Memiliki Rating Tinggi, Bisa Anda Tonton di Viu

Baca juga: Tips Memasak Tempe Bacem Tanpa Kecap Manis, Rendam dengan Air Rebusan

Baca juga: 4 Zodiak Ini Sering Niat Menolong tapi Dituduh Ikut Campur, Leo Malah Memperburuk Keadaan

Di komunitas berpenghasilan rendah di Bangladesh, beberapa wanita membuang kain bekas mereka di selokan dan saluran air.

Di negara-negara modern sama saja, wanita membuang penyerap menstruasi mereka ke toilet karena dianggap sebagai pilihan sekali pakai yang terpisah karena mereka merasa tidak nyaman membuangnya di tempat terbuka.

Hanya beberapa yang menerapkan dibuang melalui pengelolaan limbah padat.

Sebenarnya ada cara efektif untuk membuang limbah menstruasi dengan benar agar kita dan lingkungan sekitar tetap bersih dan higienis.

Baca juga: Puluhan Anggota Marinir Lampung Positif Covid-19 Seusai Bertugas Mengamankan Unjuk Rasa di Jakarta

Baca juga: 4 Zodiak Ini Sering Lupakan Kebahagiaan Diri Sendiri demi Orang Lain, Pisces Rela Korban Perasaan

Baca juga: Konsumsi Makanan Berlebih Rugikan Kesehatan Fisik dan Mental, Berikut 9 Kerugiannya

- Insinerator bekerja paling baik dalam membuang limbah menstruasi dengan benar dengan membakar pembalut dengan bantuan listrik.

Insinerator menggunakan listrik untuk memanaskan koil pemanas yang akan membakar pembalut yang dibuang ke dalamnya.

Saat bantalan terbakar, berubah menjadi abu, yang terkumpul di pengumpul abu yang dapat dilepas di bagian atas insinerator.

Perangkat ini dapat digunakan di sekolah, perguruan tinggi, tempat kerja, rumah sakit, dll.

Baca juga:

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved