Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Polda Bali Kembali Dipimpin Putra Daerah Bali, Apa Tantangan Terbesarnya?

Pucuk pimpinan Kepolisian Daerah Bali kembali dijabat oleh putra asli daerah Bali, Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra yang sudah resmi menjabat

Tayang:
Dok. Humas Polri/Humas Polda Bali
Pelantikan Irjen Putu Jayan Danu Putra Widyaiswara Utama (kiri) sebagai Kapolda Bali di Rupatama Polri, Jakarta Selatan, pada Jumat (20/11/2020). 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pucuk pimpinan Kepolisian Daerah Bali kembali dijabat oleh putra asli daerah Bali, Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra yang sudah resmi menjabat sebagai Kapolda Bali.

Dua tokoh putra daerah Bali yang pernah memimpin Polda Bali ialah I Wayan D Ardjana pada tahun 2000 - 2001 dan I Made Mangku Pastika pada tahun 2003 - 2005.

Lantas apa sebenarnya tantangan bagi putra asli Bali dalam memimpin wilayahnya?

Tribun Bali mengulik dari Guru Besar sekaligus Kriminolog asal Universitas Udayana, Prof. Rai Setiabudhi.

Baca juga: Polres Badung Pastikan Situasi Nataru Kondusif dengan Operasi Cipkon Agung II 2020

Baca juga: Tak Peduli dengan Pernyataan Pensiun Khabib Nurmagomedov, Bos UFC Telah Siapkan 4 Calon Lawan

Baca juga: Pohon di Karangasem Bertumbangan Pasca Diguyur Hujan

Menurut Prof. Rai, pertama yang wajib dipertahankan dari Irjen Pol Petrus Reinhard Golose oleh Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra adalah komitmen tinggi dalam memberantas narkoba, deteksi dini teroris dan premanisme.

Namun, yang tak kalah penting adalah Kapolda Bali sebagai putra daerah Bali tentu memiliki budaya dan adat istiadat dalam berperilaku tentang ewuh-pakewuh sebagai terlebih kepada sesama orang Bali.

Ewuh-Pakewuh merupakan perilaku yang baik dan menjunjung tinggi nilai sopan santun.

Baca juga: Dikejutkan Uang Pecahan Seratus Ribu Rp 23 Juta Tersebar di Aliran Irigasi, Warga Plumbon: Uang Asli

Baca juga: Todd Ferre Resmi Dipinjamkan Persipura ke Klub Liga 2 Thailand

Baca juga: Detik-detik Deklarasi Anti Makar di Karawang Bubar Setelah Muncul Massa FPI, Nyaris Terjadi Ini

Akan tetapi yang menjadi catatan Kriminolog Unud itu, adalah jangan sampai Ewuh-Pakewuh ini menghalangi keberanian dan ketegasan sebagai pimpinan kepolisian daerah Bali demi kepentingan bersama.

"Orang Bali ada yang namanya ewuh pakewuh seperti orang Jawa ya, oleh karena itu beliau harus berani punya keberanian untuk kepentingan bersama terutama mengambil keputusan, saya rasa modal polisi berani dan tegas," ujarnya kepada Tribun Bali, Minggu (22/11/2020).

Menurut Prof Rai, Bali keunikan kekhasan kuat dengan adat istiadatnya, sebagai pucuk pimpinan kepolisian, Kapolda harus sering berkomunikasi baik formal maupun informal, pimpinan.

Baca juga: Kenapa Kucing Punya 9 Nyawa? Ini Fakta-faktanya

Baca juga: Kisah Dahsyatnya Letusan Gunung Merapi November 1994, Wedus Gembel & Petaka di Acara Pernikahan

Baca juga: Krama Tolak Sosialisasi Pararem Desa Adat Keramas

"Dengan pimpinan adat, pimpinan agama komunikasi harus baik, apalagi daerah pariwisata jangan sampai mis komunikasi sehingga mempengaruhi kepariwisataan," ucapnya.

Prof Rai, meyakini Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jayan Danu sebagai putra daerah Bali akan cepat beradaptasi dengan segala dinamika dan perkembangan Bali. 

"Orang Bali, memiliki jiwa yang terikat pada budaya Bali, pasti cepat menyesuaikan, kelemahannya ewuh pakewuh sesama orang Bali, itulah sebabnya harus berani dan tegas kalau memilii dasar hukum kuat dan kepentingan bersama," ujar Dosen Hukum Pidana dan Kriminologi Fakultas Hukum Unud itu.

"Saya yakin, polisi maupun TNI rasa persatuan kesatuan terhadap merah putih luar biasa, terhadap pancasila luar biasa, masalah kehidupan berbangsa dan bernegara tidak perlu diragukan, harapan saya Kapolda Bali terus menjaga citra polisi semakin baik," sambungnya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved