Breaking News:

Dua Orang Saksi Pelapor AWK dari Forkom Taksu Bali Diperiksa Polda Bali

Kepolisian Daerah (Polda) Bali melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) melakukan pemeriksaan terhadap dua orang saksi pelapor anggo

Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Forkom Taksu Bali didampingi tim kuasa hukum mendatangi Polda Bali dalam rangka pemeriksaan saksi pelapor, pada Selasa (24/11/2020). 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kepolisian Daerah (Polda) Bali melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) melakukan pemeriksaan terhadap dua orang saksi pelapor anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Bali, Arya Wedakarna, pada Selasa (24/11/2020).

Pemeriksaan dilakukan oleh penyidik Dit Reskrimum Polda Bali kepada dua saksi pelapor yang hadir, yakni I Gusti Ngurah Marthapan dan I Kadek Susila Setaibudi. 

Baca juga: Bahar bin Smith Tolak Pemeriksaan Kasus Penganiyaan Driver Ojek Online, Begini Penjelasan Polisi

Baca juga: Kapolres Bangli Imbau Wujudkan Pilkada 2020 Kabupaten Bangli yang Aman, Lancar, dan Sehat

Baca juga: Pasukan Koopssus TNI Gelar Latihan Kesiapsiagaan Hadapi Potensi Ancaman Teroris di Priok

Sementara satu orang saksi pelapor lainnya I Gusti Made Arya Adnyana berhalangan untuk hadir karena ada anggota keluarga yang meninggal dunia.

Mereka adalah bagian dari Forum Komunikasi Taksu Bali.

Hal tersebut disampaikan oleh Koordinator Tim Hukum Bali Metangi yang mendampingi saksi pelapor dalam agenda pemeriksaan hari ini, Agung Sanjaya, saat dijumpai Tribun Bali di lapangan utara GOR Ngurah Rai Denpasar sesaat sebelum berjalan kaki menuju Polda Bali.

Baca juga: Tarif Cukai Rokok Akan Naik Tahun Depan? Sri Mulyani Pertimbangkan 5 Hal Ini

Baca juga: Sidak Masker di Pasar Mengwi, 4 Pelanggar Prokes Dikenakan Denda Rp 100 ribu

Baca juga: Panglima TNI Akui Tak Beri Perintah Soal Pencopotan Baliho Rizieq Shihab tapi Dukung Pangdam Jaya

"Hari ini kami dari Bali Metangi ke Krimsus untuk melengkapi laporan klien kami terhadap AWK terkait penghinaan, penodaan agama dan seks bebas. Agendanya kami memberikan kesaksian dan alat bukti berupa video ucapan-ucapannya," kata dia

"Hari ini yang datang dua orang saksi pelapor, sebenarnya ada tiga orang, satu orang tidak bisa hadir karena neneknya meninggal dunia," sambungnya.

Baca juga: Sasar Kendaraan Dinas TNI AD, Denpom IX/3 Denpasar Gelar Operasi Gaktib dan Kampanye Pakai Masker

Baca juga: Tragis! Hendak Perbaiki Atap Bocor, Seorang Buruh di Gianyar Tewas Tersetrum Listrik Tegangan Tinggi

Baca juga: Sayat Wajah Selingkuhan Suami, Istri Sah yang Sedang Hamil 7 Bulan Ditangkap Polisi

Selain 3 orang dari tim hukum Bali Metangi, para saksi pelapor juga didampingi oleh puluhan orang dari masing-masing perwakilan 44 elemen masyarakat yang tergabung dalam Forkom Taksu Bali.

Kedatangan mereka juga mendapat pengawalan dari sejumlah aparat kepolisian, atas koordinasi dengan pihak penegak hukum akhirnya hanya sebagian dari pendamping saksi pelapor yang diizinkan untuk memasuki gedung Ditreskrimsus Polda Bali, sementara lainnya menunggu pemeriksaan di luar.  (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved