Ngopi Santai
Perubahan: Pilih Cara Radikal Atau Incremental?
Semakin ekstrem “kemelencengan (kenegatifan)” kebiasaan lama yang ingin diubah, maka –logikanya— semakin besar “tarikan” di awal yang harus dilakukan
Penulis: Sunarko | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Karena itu, dalam agama, ada istilah mujahadah sekaligus ada istilah istiqamah.
Di dalam mujahadah (melawan hawa-nafsu) terkandung kesungguhan, sungguh-sungguh atau tekad kuat. Apa maksudnya sungguh-sungguh?
Maksudnya ialah pada “tarikan melepas” (kebiasaan lama) di awal seringkali ya ada unsur dipaksa-paksakan, memaksakan diri, ada keterpaksaan atau dipaksa keadaan untuk berubah. Untuk hijrah.
Tidak ada yang namanya sungguh-sungguh itu berarti melakukannya dengan enak-enakan. Dalam konteks perubahan, sungguh-sungguh itu, di dalamnya terkandung unsur kurang/tidak enak dan tidak nyaman untuk dilakukan (dari sudut pandang kebiasaan lama).
Sedangkan istiqamah (konsisten) bisa mewakili makna perubahan secara incremental, setahap demi setahap untuk makin hari makin baik.
Baik mujahadah dan istiqamah sama-sama memiliki nilai keutamaan di mata Tuhan.
Demikian, bagaimana pendapat(an) Anda?
Denpasar, 24 November 2020
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-perubahan.jpg)