Disdikpora Karangasem Kaji Rencana Belajar Tatap Muka

Dinas Pendidikaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Karangasem melakukan kajian dan koordinasi dengan pihak sekolah

Tribun Bali/Saiful Rohim
Kepala Disdikpora Karangasem, I Gusti Ngurah Kartika ditemui Tribun Bali, Rabu (17/7/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Dinas Pendidikaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Karangasem melakukan kajian dan koordinasi dengan pihak sekolah terkait Surat Keputusan (SK) Kementerian Pendidikan tentang pembelajaran tatap muka yang rencananya dilaksanakan semester genap tahun ajaran 2020 - 2021.

Kepala Disdikpora Karangasem, I Gusti Ngurah Kartika mengungkapkan, rencana pembelajaran tatap muka masih pendataan memastikan kesiapan sekolah melakukan belajar tatap muka.

Seandainya siap, proses belajar dilakukan tatap muka.

Tapi jika tak siap, belajar dilakukan lewat daring.

Baca juga: Gadaikan Mobil Sewaan, Perempuan Asal Pasdalem Gianyar Ini Diamankan Polsek Ubud

Baca juga: Ribuan Guru Masih Terima Honor Rp 150-300 Ribu Per Bulan, PGRI Harap Pemerintah Perjuangkan Guru 

Baca juga: Luhut Pandjaitan Jadi Menteri KP Ad Interim setelah Edhy Prabowo Ditangkap KPK dan Jadi Tersangka

"Besok (hari ini) Disdikpora akan membuatkan surat menindaklanjuti surat keputusan dari 4 Menteri. Surat akan diberikan ke seluruh sekolah di Karangasem untuk memastikan kesiapan melakukan belajar tatap muka,"kata Gusti Ngurah Kartika, Rabu (25/11/2020).

Ditambahkan, untuk proses belajar tatap muka harus memenuhi syarat yang ditentukan.

Satu diantaranya mendapat persetujuan dari orangtua murid.

Sekolah harus menyiapkan sarana serta prasarana untuk menekan penyebaran Covid-19.

Seperti menyediakan handsanitaizer, dan tempat cuci tangan.

"Sekolah juga harus menyediakan thermogun untuk mengukur suhu tubuh siswa yang hendak masuk kelas. Menggunakan alat pelindung diri. Seperti masker atau face shield. Tujuannya supaya tak ada klaster baru di sekolah,"imbuh Gusti Ngurah Kartika.

Dari hasil kajian dan koordinasi, Disdikpora akan membuatkan simulasi pembelajar di dalam kelas.

Seperti membatasi jumlah siswa di dalam kelas sesuai SK 4 Menteri.

Hasil kajian tersebut nantinya dijadikan pertimbangan untuk memberikan izin satuan pendidikan  melakukan belajar tatap muka.

"Setelah semua siap, baru dilaporkan ke bupati untuk dikeluarkan surat keputusan dari kepala daerah. Petugas Disdikpora juga terus melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) selama belajar tetap muka, guna memastikan persiapan protokol kesehatan tiap sekolah,"akui pejabat asal Kecamatan Sidemen ini. 

Untuk diketahui, selama pandemi Covid-19, siswa di Karangasem belajar secara daring (dalam jaringan) walau beberapa sedikit kesulitan lantaran terkendala jaringan komunikasi.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi penyebaran Covid.

Mengingat kasus Covid-19 secara umum terus meningkat.(*).

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved