Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Beri Materi Pembibitan, Tanam Saja & Yayasan Harmoni Parahyangan Gelar Sekolah Lapang

Pembenihan kerap menjadi permasalahan bagi petani maupun masyarakat yang baru mulai berkebun. 

Penulis: Karsiani Putri | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Istimewa
Tanam Saja bersama Yayasan Harmoni Parahyangan mengadakan Sekolah Lapang di Payangan, Gianyar, Bali pada Jumat (27/11/2020) 

 Laporan Wartawan Tribun Bali, Karsiani Putri

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pembenihan kerap menjadi permasalahan bagi petani maupun masyarakat yang baru mulai berkebun. 

Tak jarang masih banyak petani yang belum mandiri untuk memproduksi benih dari hasil kebunnya.

Hal tersebutlah yang melatarbelakangi Tanam Saja bersama Yayasan Harmoni Parahyangan mengadakan Sekolah Lapang di Payangan, Gianyar, Bali.

Sekolah lapang ini dipandu oleh Wayan Suartana dari Yayasan IDEP Selaras Alam.

Baca juga: Kecelakaan Maut di Tol Cipali KM 75 Purwakarta Dikabarkan Tewaskan 10 Orang 

Baca juga: Sehari Bisa Uji 248 Sampel Swab, BRSU Tabanan Terapkan Dua Sif

Baca juga: 11 Pelanggar Protokol Kesehatan Terjaring di Desa Peguyangan Kangin Denpasar

Ia sendiri telah memiliki  banyak pengalaman dalam mendampingi petani untuk dapat mandiri dari menghasilkan bibit hingga panen.

Sekolah Lapang yang digelar pada Jumat (27/11/2020) ini dihadiri juga oleh ibu-ibu dan pemuda dari Desa Selasih, Gianyar, Bali.

Berbekal spanduk langkah-langkah pembenihan, papan tulis, dan spidol, Wayan Suartana mulai memaparkan materi tentang pembenihan. 

Menurutnya, terdapat tujuh langkah yang diawali dari teknik perawatan. 

Baca juga: Senin 30 November 2020 Adalah Hari Terakhir Pendaftaran BLT UMKM, Berikut Cara dan Syarat Daftarnya

Baca juga: 13 Kali Muntahkan Lava Panas Pagi Tadi, Ini 3 Fakta Gunung Semeru, Tertinggi di Jawa hingga Sakral

Baca juga: Katalog Alfamart 30 November 2020, Gajian Untung, Beli 2 Gratis 1 hingga Promo Diapers sampai 50%

"Teknik ini terdiri dari penyiraman, pembersihan gulma, pemupukan dengan kompos padat ataupun cair, pengisian mulsa, serta penjarangan ranting dan buah," ujarnya.

Menurutnya, proses ini dilakukan secara berkala, seperti penyiraman pupuk yang dilakukan dua kali dalam seminggu, ataupun penjarangan ranting dan buah yang dilakukan sewaktu-waktu. 

"Penjarangan ranting dan buah dilakukan untuk memberikan nutrisi lebih banyak pada buah yang nantinya akan diambil benihnya dan dijadikan bibit," ucap Wayan Suartana.

Baca juga: Aktivitas Vulkanik Meningkat, Gunung Semeru Muntahkan Guguran Lava 13 Kali, Begini Ungkap Warga

Baca juga: Kaki Presiden Terpilih AS Biden Terkilir Saat Bermain dengan Anjingnya

Baca juga: Kritik Keras Dana Hibah Pariwisata, Prof Windia: Mana Hibah bagi Sektor Pertanian?

Lanjutnya, setelah panen, buah yang nantinya akan dijadikan bibit merupakan buah yang sudah betul-betul matang, contohnya adalah tomat yang benar-benar merah dan tidak cacat.

Selain itu, benih yang bagus terdapat pada hasil panen pertama sampai ketiga kalinya.

Ketika buah untuk pembenihan sudah diambil, langkah selanjutnya adalah pembersihan dan perendaman. 

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved