Breaking News:

Pekerjaan Pengendalian Banjir Tukad Unda Telan Anggaran Rp 234 miliar

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Balai Wilayah Sungai Bali - Penida melakukan Ground Breaking pada Pekerjaan Pengendalian Banji

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Acara peletakan batu pertama (Ground Breaking) Pekerjaan Pengendalian Banjir bagian hilir Tukad Unda, di Desa Tangkas, Kecamatan Klungkung, Kabupaten Klungkung, Bali, Senin (30/11/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Balai Wilayah Sungai Bali - Penida melakukan peletakan batu pertama, (ground breaking) pada Pekerjaan Pengendalian Banjir bagian hilir Tukad Unda, di Desa Tangkas, Kecamatan Klungkung, Kabupaten Klungkung, Bali.

DAS Tukad Unda merupakan DAS lintas Kabupaten yaitu Kabupaten Klungkung dan Karangasem yang terdiri dari Tukad Telagawaja, Tukad Yeh Sah, Tukad Kaon, Tukad Petandakan, Tukad Panti dan Tukad Sabuh. Luas DAS mencapai 230,92 km2 dan Panjang Sungai Utama, mencapai 22,56 km.

Baca juga: Solskjaer Ungkap Alasan Ganti David de Gea Saat Man United Tertinggal 2 Angka

Baca juga: Setelah Diego Maradona Meninggal, Dokter Pribadinya Digrebek atas Dugaan Pembunuhan Tak Disengaja

Baca juga: Kecelakaan Maut di Tol Cipali Isuzu Elf vs Tronton, Sepuluh Orang Tewas Berikut Ini Identitasnya

 
Pengendalian Banjir Yukad Unda dilakukan karena tingginya sedimentasi akibat banjir lahar, tergerusnya tebing sungai akibat banjir, sehingga menggerus lahan milik masyarakat, dan terjadinya perubahan alur sungai akibat penumpukan endapan erupsi.

Karena itu perlu dilakukan pemeliharaan alur sungai Tukad Unda.

“Penataan Kawasan Tukad Unda merupakan bagian terintegrasi dari Pembangunan Kawasan Strategis Provinsi Pusat Bali di Klungkung. Kawasan Strategis Provinsi ini akan menjadi Kawasan Pengembangan Terpadu Daerah untuk memastikan tumbuh kembangnya perekonomian masyarakat di Bali Bagian Timur," ungkap Gubernur Bali Wayan Koster, Senin (30/11/2020).

Baca juga: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Naik Drastis Jadi 13,41 Persen, Presiden Jokowi Berpesan Hati-hati

Baca juga: Beri Materi Pembibitan, Tanam Saja & Yayasan Harmoni Parahyangan Gelar Sekolah Lapang

Baca juga: Kecelakaan Maut di Tol Cipali KM 75 Purwakarta Dikabarkan Tewaskan 10 Orang 

Proyek ini juga untuk menunjang program Provinsi Bali, Nangun Sat Kerthi Loka Bali, menuju Bali Era Baru yang maknanya adalah menjaga kesucian dan keharmonisan alam bali beserta isinya untuk mewujudkan kehidupan krama Bali sejahtera, bahagia, sekala dan niskala.

Dengan menyelenggarakan pembangunan secara terpola, menyeluruh terencana, terarah dan terintregasi salah satunya adalah pembangunan Pusat Kebudayaan Bali.

Kepala Balai Wilayah Sungai Bali-Penida, Maryadi Utama,ST.,M.Si menyampaikan, melihat permasalahan yang ada di DAS Tukad Unda dan adanya lahan yang terdampak pada saat erupsi Gunung Agung, maka diperlukan sinergi antara BWS Bali-Penida, Pemerintah Provinsi Bali, dan Pemerintah Daerah untuk mengendalikan nbanjir aliran lahar dingin yang sering terjadi di DAS Tukad Unda.

Baca juga: BREAKING NEWS - Jerinx Dipindahkan ke Lapas Kerobokan Hari Ini

Baca juga: Kritik Keras Dana Hibah Pariwisata, Prof Windia: Mana Hibah bagi Sektor Pertanian?

Baca juga: Tips Berkendara Sepeda Motor Saat Hujan

 
Rencana dari pekerjaan yang dilakukan antara lain, Pembangunan Tanggul Tukad Yeh Sah, Pembangunan Cek Dam Tukad Yeh Sah, Pembangunan Tanggul Tukad Unda, Pembangunan Tanggul Penampang Ganda Tukad Unda, dan Pekerjaan Jetty

Pembangunan pekerjaan dikerjakan oleh Nindya Karya-Bina Nusa Lestari (KSO) dengan kontrak senilai Rp 234 miliar dengan Konsultan Supervisi PT. Caturbina Guna Persada KSO, PT. Multimera Harapan, dan PT. Laras Sembada dengan nilai kontrak Rp 6,5 miliar.

Pembangunan dimulai pada 28 Agustus 2020 dan akan direncanakan selesai pada Desember 2022 dengan sistem multiyears kontrak.

 
Turut hadir dalam acara tersebut antara lain, Kepala Kepolisian Daerah Bali, Pangdam IX/ Udayana, Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Kepala Kejaksaan Tinggi Provinsi Bali, Plt. Kadis Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman Provinsi Bali, Bupati Klungkung beserta jajarannya, Badan Koordinasi Pimpinan Daerah Kab. Klungkung,  Pjs. Bupati Karangasem, Direktur Utama Nindya Karya, dan Kepala Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi Wilayah Bali. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved