Langgar Perda Ketertiban Umum, Dua Pemilik Tempat Makan di Denpasar Jalani Sidang Tipiring

Dua orang pemilik usaha tempat makan di Kota Denpasar menjalani sidang tindak pidana ringan

Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Sidang Tipiring dua pemilik tempat makan melanggar Perda Ketertiban Umum, di PN Denpasar, Bali, Rabu (2/12/2020). 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dua orang pemilik usaha tempat makan di Kota Denpasar menjalani sidang tindak pidana ringan ( Tipiring) di Pengadilan Negeri Kota Denpasar, Bali, Rabu (2/12/2020).

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Denpasar, Dewa Gede Anom Sayoga menuturkan, kedua pemilik usaha tempat makan ini terkena Tipiring lantaran melanggar peraturan daerah No.1 tahun 2015 tentang Ketertiban Umum.

"Mereka usaha cafe dan warung angkringan ini kami dapati melanggar Perda Ketertiban Umum, pelanggaran gangguan kertiban umum berupa kebisingan suara musik dan kerumunan,
kerumunan yang mengganggu ketertiban lingkungan," kata Dewa kepada Tribun Bali.

"Kalau protokol kesehatan sebenarnya sudah dipenuhi, seperti menyediakan hand sanitizer, tempat cuci tangan, mengatur jarak antre atau tempat duduk, tapi kalau kerumunan bisa ditimbulkan dari hal lain seperti parkir yang mengganggu lingkungan, kebisingan dari suara musik," bebernya.

Baca juga: Kokain hingga Bong, Kejari Denpasar Musnahkan Barang Bukti Narkotik Senilai Rp 8 Miliar Lebih

Baca juga: Basarnas Gelar Pelatihan Materi dan Praktek Teknik Penyelamatan Gunakan Jet Ski 

Baca juga: Frontier dan Walhi Bali Mengajukan Protes Atas Rencana Pengembangan RSUD Klungkung

Sidang dipimpin oleh Hakim I Dewa Made Budi Watsara, SH., MH. dan Panitera I Wayan Catra.

Dewa menjelaskan hasil dari sidang Tipiring  tersebut, dijatuhkan sanksi kepada dua usaha cafe dan warung yang masing-masing beroperasi di Jalan Badak 1 dan Jalan Tukad Gangga.

Adapun hal ini sebagai tindak lanjut penertiban dari pengaduan masyarakat terkait dengan kerumunan dan suara bising di cafe dan warung angkringan.

"Menjatuhkan vonis denda masing-masing sebesar Rp. 200.000,- atau kurungan selama 7 hari," ujarnya. (*).

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved