Sempat Terbengkalai, Tukad Bembeng Gianyar Disulap Jadi Objek Wisata

Tukad Bembeng saat ini layaknya sebuah taman tropis kas perhotelan, dengan hiasan payung dan umbul-umbul khas Bali

Istimewa
Foto: Keindahan Tukad Bembeng di Banjar Gelulung, Desa/Kecamatan Sukawati, Gianyar setelah ditata pemuda setempat. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Tukad Bembeng atau sebuah sungai di Banjar Gelulung, Desa/Kecamatan Sukawati, Gianyar, saat ini layaknya sebuah taman tropis kas perhotelan, dengan hiasan payung dan umbul-umbul khas Bali di beberapa titik di pinggir sungainya.

Dimana sebelumnya, areal ini merupakan tempat yang seram, sebab terbengkalai selama 40 tahun.

Namun beruntung, anak muda setempat yang tergabung dalam Sekaa Teruna Dharma Sentana sejak beberapa pekan lalu giat melakukan penataan, sehingga tempat yang dulu dijauhi, kini justru didatangi banyak orang untuk refreshing.

Ketua Sekaa Teruna Dharma Sentana, I Putu Dwipayana mengatakan, tukad ini terbengkalai sejak 40 tahun lalu atau sejak masyarakat tidak lagi melakukan aktivitas mandi atau mencuci pakaian di sungai.

Baca juga: Pembebasan Lahan di Eks Galian C Dihargai Rp 22,5 Juta Per Are

Baca juga: Promo Indomaret 3 Desember 2020, Diskon Minyak Goreng, Mi Instan, Susu dan Tambah Rp 1.000 Dapat 2

Baca juga: Daftar Bantuan yang Diperpanjang 2021, Ada Kartu Prakerja, BLT UMKM Hingga Subsidi Gaji

Sejak beberapa pekan lalu, pihaknya di ST Dharma Sentana melihat lokasi ini sebagai destinasi wisata alam.

Karena itu, pihaknya pun secara bertahap melakukan penataan.

Mulai dari pembersihan hingga pemasangan ornamen.

Ia pun bersyukur, saat ini jerih payahnya sudah memasuki tahap finishing.

"Saat ini kita masuk tahap finishing. Artinya, untuk membersihkan kita sudah hampir selesai, tinggal penataan tanaman dan lain-lainnya," ujar Dwipayana, Kamis (3/12/2020).

Adapun secara spesifik penataan yang dilakukan, kata dia, mulai dari dilengkapi ornamen Bali seperti payung hingga umbul-umbul aneka warna.

Menurut dia, ornamen ini dipilih, lantaran memberikan kesan alami pada tempat tersebut.

Penataan dengan gaya demikian pun direspon positif oleh warga dengan mendatangi lokasi ini untuk liburan.

Bahkan menariknya, wisatawan yang datang bukan hanya warga banjar setempat, tetapi juga warga dari luar banjar.

"Tukad ini sudah dibuka untuk umum, dan yang datang lumayan banyak. Bahkan warga dari banjar tetangga juga ada, seperti warga Banjar Bedil, Pekuwudan dan Babakan sudah ada pernah merasakan mandi disini. Selain mandi juga ada yang foto-foto," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved