Breaking News:

Dadong Reji Lepas Dari Jerat Pidana, Hakim PN Denpasar Tolak Seluruh Dakwaan Jaksa, Ini Sebabnya

Dadong Reji pun kini tidak perlu lagi mengikuti persidangan selanjutnya terkait perkara dugaan pemalsuan surat.

Penulis: Putu Candra | Editor: Eviera Paramita Sandi
Tribun Bali / Putu Candra
Dadong Reji dinyatakan bebas dari segala dakwaan jaksa terkait perkara dugaan pemalsuan silsilah. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Upaya eksepsi (keberatan) yang diajukan tim penasihat hukum terdakwa Ni Ketut Reji (85) dan anaknya, I Wayan Karma (54) berbuah manis.

Dadong Reji yang buta huruf itu akhirnya dilepaskan dari segala dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dadong Reji pun kini tidak perlu lagi mengikuti persidangan selanjutnya terkait perkara dugaan pemalsuan surat.

Ini setelah majelis hakim pimpinan I Wayan Gede Rumega menolak seluruh dakwaan jaksa melalui pembacaan putusan sela di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Selasa (8/12/2020).

Dalam putusan sela, hakim menyatakan bahwa perkara ini mengandung unsur keperdataan tentang silsilah keluarga yang belum dapat dimaknai kepalsuan.

Ini karena, harus diuji terlebih dahulu dalam sidang perdata.

Pelapor dinilai tidak memiliki landasan hukum untuk melaporkan Ni Ketut Reji dan Wayan Karma, karena antara pelapor dan terlapor masih tersangkut perkara kewarisan yang harus diputus terlebih dahulu.

Ditemui usai sidang, Made "Ariel" Suardana selaku penasihat hukum menyatakan, apa yang diuraikan majelis hakim dalam amar putusan sela adalah bagian yang sudah disampaikan di nota eksepsi. 

"Majelis hakim sudah membacakan putusan sela. Dalam putusan sela itu adalah bagian yang sudah kami sampaikan terdahulu di eksepsi, bahwa perkara ini adalah murni perkara perdata. karena ada pertentangan hak," jelasnya.

"Pelapor mengakui memiliki silsilah, yang bersangkutan (Reji dan Karma) juga mengakui punya silsilah. Jadi harus ada putusan pengadilan terlebih dahulu untuk menyatakan silsilah siapa yang sebenarnya sah" imbuh Made Suardana.

Menurut Made Suardana, perkara ini buru-buru diajukan ke pidana dan seolah-olah silsilah tahun 1981 yang dibawa Dadong Reji ini memuat unsur pidana.

"Nah ketika diuji secara pidana hakim menyatakan bahwa silsilah yang sebenarnya belum pernah, karena itu kemudian dakwaan jaksa mengandung kekaburan, tidak teliti dalam mengurai peristiwa hukumnya. Sehingga dakwaan dikembalikan karena memuat unsur-unsur yang bukan merupakan unsur pidana," tegasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved