Pilkada Serentak

Koster Imbau Warga Gunakan Hak Pilih di Pilkada Serentak Hari Ini, Ingatkan Perhatikan Prokes

Coblosan Pilkada Serentak 2020 digelar hari ini, Rabu (9/12/2020). Gubernur Bali, Wayan Koster, pun meminta warga Bali yang terdaftar namanya di Dafta

Penulis: Ragil Armando | Editor: Ady Sucipto
Tribun Bali
Ilustrasi Pilkada Serentak. 

Bebas Covid-19

Ketua KPU Bali Dewa Agung Gede Lidartawan pun memastikan kesiapan pelaksanaan pilkada di tengah pandemi Covid-19 pada tahun ini. Dia menegaskan seluruh penyelenggara sampai dengan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) telah dipastikan kesehatannya, terutama bebas dari paparan Covid-19.

“Jangan takut ke TPS,” kata Lidartawan dalam keterangan pers yang disampaikan sebelum Gubernur Koster dan Kapolda Bali tiba di Kantor KPU Bali, kemarin.

Mantan Ketua KPU Bangli itu menyebut secara umum total pemilih yang akan melaksanan coblosan Pilkada Serentak di enam kabupaten/kota berjumlah sebanyak 1.971.425 orang yang tersebar di 5.649 TPS.

“Yang pertama saya sampaikan data terakhir untuk TPS di Bali berjumlah 5.649 selanjutnya DPT yang kita tetapkan 1.971.425 pemilih,” jelasnya.

Ia menyebut masyarakat di enam kabupaten/kota yang belum melakukan perekaman E-KTP berjumlah 5.511 pemilih. Jumlah terbanyak berada di Denpasar sebanyak 2.863 pemilih, dan Bangli yang paling sedikit 108 pemilih.

“Ada beberapa DPT yang belum perekaman totalnya adalah 7.969. Ini data kemarin sebelum ditindaklanjuti, setelah ditindaklanjuti yang sampai sekarang yaitu Denpasar 2.863, Badung 138, Tabanan 98, Jembrana 2.074, Bangli 108, dan Karangasem 230, dan ini akan tindaklanjuti dukcapil. Kalau pun tidak bisa mengeluarkan E-KTP, mereka wakib mengeluarkan Suket perekaman, itu yang akan digunakan pencobolosan,” katanya.

Mengenai logistik dan anggaran pilkada, pihaknya menyebut sudah tidak ada masalah berarti.

“Bali sudah clear soal anggaran, tidak ada masalah. Logistik juga sudah kita salurkan sampai ke desa atau bahkan TPS, dan itu dikawal seluruh PPS dan PAM TPS dari kepolisian dan TNI,” ucapnya.

Terkait sejumlah KPPS yang sebelumnya disebut-sebut reaktif dan positif Covid-19, pihaknya menegaskan sudah mengganti KPPS tersebut dengan yang baru.

“Proses swab, ada isolasi mandiri, ada yang mulai tanggal 7-8 di November. Pergantian KPPS yang diakibatkan positif swab sudah kita lakukan, swab 6-20 November kemarin,” katanya.

Soal ketentuan mengenai saksi tim pasangan calon yang juga wajib menjalani pemeriksaan, baik itu rapid test maupun uji usap atau swab, diakuianya memang lolos dari regulasi.

Namun, pihaknya sudah menempuh solusi dengan menyarankan masing-masing tim pemenangan pasangan calon untuk menyiapkan dan memastikan kondisi kesehatan saksi yang disiapkan.

“Memang tidak diatur. Tapi kami sudah menyarankan supaya saksi yang dipakai dipastikan kesehatannya. Kan ada dua (saksi). Kalau yang satunya sakit, bisa digantikan. Kami sudah komunikasikan lewat KPU kabupaten/kota,” tegasnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved