Pilkada Serentak

Koster Imbau Warga Gunakan Hak Pilih di Pilkada Serentak Hari Ini, Ingatkan Perhatikan Prokes

Coblosan Pilkada Serentak 2020 digelar hari ini, Rabu (9/12/2020). Gubernur Bali, Wayan Koster, pun meminta warga Bali yang terdaftar namanya di Dafta

Penulis: Ragil Armando | Editor: Ady Sucipto
Tribun Bali
Ilustrasi Pilkada Serentak. 

Bagaimana dengan pemilih yang sedang sakit atau menjalani isolasi mandiri ataupun di rumah sakit? Lidartawan mengaku tidak memiliki data jumlah pemilih tersebut.

Namun, dirinya mengungkapkan bahwa mereka bisa dilayani hak pilihnya sejauh memiliki surat pindah memilih dan mendapat kesepakatan antar pengawas TPS dan saksi paslon apakah mengizinnkan mereka mendapat hak pilihnya atau tidak.

“Kami tentu tidak punya data itu, kita nggak tahu kita bukan Tuhan yang tahu kapan orang sakit, yang isolasi baik di rumah sakit atau mandiri tentu akan dibantu oleh KPPS yang dekat tempat isolasi atau rumah sakit di jam 12 ke atas, baru akan dicari, dibantu, sepanjang kesepakatan saksi paslon dan juga pengawas TPS. Jadi di sana ada semacam kompromi jadi kalau bisa, kita siapkan ekstra baju hazmat, tapi ingat mereka wajib bawa surat pindah memilih, tidak serta merta bisa,” tukasnya.

Jaga Independensi

Di sisi lain, Lidartawan mengingatkan seluruh jajaran penyelenggara, khususnya KPU kabupaten/kota yang menjadi pelaksana pilkada di enam daerah sampai lapisan terbawah, untuk tetap menjaga independensi dan integritasnya.

“Saya percaya selama pileg (pemilu legislatif) kemarin seluruh penyelenggara tidak ada aneh-aneh. Ini kan penguasa calon wilayahnya, bisa saja diiming-imingi apa, saya berharap tetap tegar untuk menjaga independensi,” tandasnya.

Ombudsman RI Provinsi Bali juga mengingatkan agar semua penyelenggara pilkada bisa memastikan penyelenggaraan pilkada berjalan lancar dan demokratis.

"Kita minta agar semua penyelenggara dapat menjamin keberlangsungan pilkada serentak ini berjalan dengan lancar dan demokratis," kata Kepala Ombudsman RI Perwakilan Bali, Umar Ibnu Alkhatab, dalam keterangan persnya di Denpasar, (8/12).

Bagi Ombudsman, penyelenggaraan yang lancar dan demokratis akan menggambarkan kesiapan penyelenggara dan juga menaikkan tingkat kepercayaan publik terhadap hasil pilkada tersebut. "Apalagi pelaksanaan pilkada kali ini dilakukan di tengah pendemi Covid-19," tambah Umar.

Ombudsman Bali telah melakukan pengecekan terkait kesiapan penyelenggaraan pilkada beberapa waktu yang lalu, dan akan melakukan pengawasan di beberapa sampel TPS saat pencoblosan hari ini.

"Ombudsman Bali akan turun mengawasi pelaksanaan pemungutan suara. Tentu kita berharap tidak ada oknum yang mencederai pelaksanaan pilkada," tegas Umar. (gil)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved