Dishub Bangli Belum Bisa Anggarkan Peremajaan Traffic Light
Peremajaan traffic light di wilayah Kota Bangli merupakan salah satu hal penting.
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Peremajaan traffic light di wilayah Kota Bangli merupakan salah satu hal penting.
Pasalnya selain karena faktor usia, lampu lalu lintas tersebut kerap kali mengalami gangguan, terutama pasca turunnya hujan.
Kepala Dinas Perhubungan Bangli, I Gede Redika mengungkapkan, seluruh lampu lalu lintas di Bangli, Bali, merupakan pengadaan dari pihak Provinsi, mengingat status jalannya merupakan jalan provinsi.
Yang selanjutnya, aset lampu tersebut diserahkan kepada Pemerintah Daerah.
Baca juga: Biaya Operasional Tinggi, PD Pasar Buleleng Rancang Kenaikan Cukai Harian
Baca juga: Seekor Ular Kobra Sepanjang 1,5 Meter Memasuki Rumah Warga di Denpasar Dini Hari Tadi
Baca juga: Kasus Covid-19 Tak Kunjung Ada Tanda-tanda Melandai, La Nyalla Sebut Semua Kelelahan
Redika mengatakan, pihaknya sangat ada keinginan untuk melakukan peremajaan lampu lalu lintas.
Sebab keberadaan aset tersebut diakui sudah uzur, yakni hampir berusia 10 tahun.
“Dengan umur yang sudah tua, sangat mungkin terjadinya konsleting jaringan di traffic light itu. Sedikit ada hujan, sudah trouble. Keinginan (peremajaan) ada, tapi kembali lagi pada ketersediaan anggaran yang dimiliki Pemerintah Daerah,” ujarnya, Jumat (11/12/2020).
Salah satu traffic light yang kerap mengalami gangguan yakni di pertigaan Jalan Brigjen I Gusti Ngurah Rai - Jalan Kusumayudha.
Yang mana diakui Redika, pertigaan tersebut memiliki tikungan yang cukup tajam, khususnya bagi pengguna jalan yang datang dari arah barat menuju ke selatan.
Sehingga perlu hati-hati.
Kadis asal Desa Batur, Kintamani itu menegaskan, peremajaan fasilitas kelengkapan jalan berupa traffic light ini penting.
Sebab berkaitan dengan keselamatan lalu lintas, terlepas dari kondisi lalu lintas di Bangli yang tidak terlalu padat.
Namun karena keterbatasan anggaran, untuk tahun 2021 mendatang, pihaknya baru bisa menganggarkan untuk perbaikan rutin berupa servis sebesar Rp.15 juta per tahun.
“Kedepan kami akan berupaya melakukan pengecekan bersama dengan rekanan untuk menganalisis seberapa besar biaya yang diperlukan, apabila dibutuhkan peremajaan. Apakah perlu penggantian panelnya, jaringan, dan sebagainya. Dengan demikian kita bisa mengajukan ke tim anggaran,” ujarnya. (*).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/traffic-light-di-pertigaan-jalan-brigjen-i-gusti-ngurah-rai.jpg)