Breaking News:

3 Gepeng dan Pengamen Diamankan, Kasatpol PP Denpasar: Mengganggu Lalu Lintas

Satpol PP Kota Denpasar  kembali  menertibkan 3 orang gepeng dan pengamen di beberapa simpang jalan di Kota Denpasar

Penulis: Putu Supartika | Editor: Wema Satya Dinata
Satpol PP Denpasar
3 orang gepeng dan pengamen yang diamankan Satpol PP Denpasar 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

 TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Satpol PP Kota Denpasar  kembali  menertibkan 3 orang gepeng dan pengamen di beberapa simpang jalan di Kota Denpasar.

 Pengamanan ini dilakukan pada Minggu (13/12/2020). 

 Kasatpol PP Kota Denpasar, Dewa Gede Anom Sayoga mengatakan, 3 orang gepeng dan  pengamen yang diamankan ini sangat mengganggu lalu lintas jalan di Kota Denpasar.

 Sehingga dengan alasan tersebut mereka harus ditertibkan.

Baca juga: Agar Sungai Tetap Asri, Desa Peguyangan Kaja Denpasar Laksanakan Program Kali Bersih Sebulan 2 Kali

Baca juga: Dana Hibah Pariwisata Tahap II Segera Cair, Dispar Badung Akui Tahap I Ada yang Tak Ambil Hibah

Baca juga: Ramalan Zodiak Keuangan Senin 14 Desember 2020: Leo Menuai Hasil, Taurus Harus Waspada!

 “Setelah dilakukan investigasi diketahui salah satu dari mereka merupakan warga luar Kota Denpasar dan dua orang lagi berasal dari luar pulau Bali,” kata Sayoga.

 Ketiga orang tersebut juga tidak membawa kartu identitas diri dan tidak memiliki tempat tinggal.

 Untuk tindakan selanjutkan pihaknya menyerahkan tiga orang tersebut ke Dinas Sosial Kota Denpasar agar bisa dipulangkan ke daerah asalnya. 

 Menurut Sayoga banyak gepeng, pengamen dan gelandangan yang ditangkap mungkin karena dampak pandemi Covid-19.

 Mengingat saat pandemi Covid-19 ini banyak yang kehilangan pekerjaan, untuk menyambung hidup  mereka mencari jalan keluar dengan menjadi  gepeng dan pengamen.

 “Namun mereka tidak memahami bahwa menjadi gepeng dan pengamen maupun gelandangan  sangat mengganggu ketertiban dan bisa membahayakan nyawa yang bersangkutan dan pengendara kendaraan bermotor karena beroperasi di perempatan jalan,” imbuhnya.

 Agar hal ini tidak terjadi lagi, Sayoga berharap agar semua pihak ikut mengawasi mereka sehingga di Kota Denpasar tidak lagi ditemukan gelandangan dan pengamen. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved