Ada Manusia Silver di Jalanan Denpasar, 2 Orang Sudah Diamankan Satpol PP Denpasar

Dua orang manusia silver atau manusia perak diamankan oleh Satpol PP Kota Denpasar, Rabu (16/12/2020) sore.

Penulis: Putu Supartika | Editor: Widyartha Suryawan
Satpol PP Denpasar
Satpol PP terus memburu keberadaan manusia silver yang beraksi di Denpasar. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dua orang manusia silver atau manusia perak diamankan oleh Satpol PP Kota Denpasar, Rabu (16/12/2020) sore.

Dua orang manusia silver yang sudah diamankan itu dicokok di dua lokasi berbeda yakni di simpang Jalan Cokro-Jalan Maruti, serta di simpang Jalan Gatsu Barat.

Keduanya diamankan bersamaan dengan pengamanan 3 orang pengamen.

Kasatpol PP Kota Denpasar, I Dewa Gede Anom Sayoga saat diwawancarai Kamis (17/12/2020) siang mengatakan, Satpol PP terus memburu keberadaan manusia silver yang beraksi di Denpasar.

Dari pengakuan manusia silver yang sudah diamankan, ternyata mereka memiliki kelompok di Denpasar yang tersebar di beberapa wilayah.

Lokasi mereka melakukan aksinya berbeda-beda dan menyebar.

Foto pengamanan manusia perak dan pengamen di Denpasar
Foto pengamanan manusia silver dan pengamen di Denpasar (Satpol PP Denpasar)

“Kami sudah interogasi mereka yang kami amankan, dia mengatakan jika mereka berbanyak melakukan aksinya di Denpasar,” kata Sayoga.

Selain itu, Sayoga juga mendapat laporan dari masyarakat jika manusia perak ini kerap beroperasi di Jalan Mahendradata.

“Dari laporan masyarakat dan pengakuan yang sudah kami amankan itu, sekarang kami akan buru kelompok ini, agar tidak terlambat,” katanya.

Baca juga: Wisatawan Domestik: Mikir-mikir Dulu Deh Sekarang ke Bali Biayanya Tambah Banyak

Menurutnya, dua manusia silver yang diamankan ini berasal dari Situbondo, Jawa Timur.

Manusia perak ini dianggap sangat mengganggu kelancaran lalulintas di Kota Denpasar.

Selain itu, mereka juga mengganggu ketertiban umum.

Adapun modus yang digunakan sama dengan gepeng, hanya saja mereka mendandani tubuhnya dengan cat silver.

Sehingga hal ini akan menarik perhatian pengendara yang lewat.

Baca juga: Driver Pariwisata Kecewa Kebijakan Masuk Bali Wajib Swab Test, Yogi: 80 Persen Cancel

“Mereka masuk dalam golongan gepeng juga, cuma modusnya yang berbeda yakni dengan mengecat tubuh mereka. Dengan begitu akan menarik perhatian pengendara yang lewat dan mereka meminta uang. Ada juga yang menggedor pintu mobil pengendara agar dikasi uang,” katanya.

Selanjutnya, kedua manusia perak ini diserahkan ke Dinas Sosial untuk dipulangkan ke daerah asalnya.

“Ini masalah baru di Denpasar, kami tidak boleh terlambat menangani, kalau terlambat nanti akan sama seperti pengamen dan anak punk, bisa-bisa meresahkan pengguna jalan. Biasanya mereka mangkal di Jakarta, Bandung itu banyak, dan baru-baru datang ke Denpasar,” katanya. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved