Breaking News:

Kapolda Bali Akan Tindak Tegas Pemalsuan Surat Keterangan PCR Dan Rapid Test

Kapolda juga menegaskan telah mengantisipasi bentuk-bentuk kriminal tindak pidana lain, seperti halnya terorisme, premanisme hingga narkoba.

Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Kapolda Bali, Irjen Pol. Drs. Putu Jayan Danu Putra, S.H., M.Si. (kanan) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kapolda Bali, Irjen Pol. Drs. Putu Jayan Danu Putra mengatakan telah melakukan antisipasi modus pemalsuan surat keterangan PCR maupun rapid test dengan tindakan tegas serta sanksi kepada pelaku.

Hal ini dilakukan menyusul aturan baru syarat protokol kesehatan memasuki wilayah bali bagi pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) di mana perjalanan udara menggunakan hasil negatif PCR Swab dan perjalanan darat atau lait menggunakan hasil negatif Rapid Antigen.

Seperti disampaikan Kapolda Bali saat dijumpai Tribun Bali, di Gedung Perkasa Raga Garwita Mapolda Bali, pada Jumat (18/12/2020).

Baca juga: Syarat Masuk Bali Lewat Udara Dilonggarkan, Pemberlakuan SE Gubernur Mundur Jadi 19 Desember

Baca juga: Terdampak SE Gubernur Bali, 20 Travel Agent Batal ke Danu Beratan

"Kita tempatkan Propam dan Krimsus untuk mengantisipasi bentuk-bentuk penyimpangan, jika rekan media memantau masuk Bali harus pakai surat keterangan PCR dan antigen misalnya barangkali ada unsur pemalsuan akan kita tindak, itu kita waspadai," tegas Irjen Pol Putu Jayan.

Kapolda juga menegaskan telah mengantisipasi bentuk-bentuk kriminal tindak pidana lain, seperti halnya terorisme, premanisme hingga narkoba.

"Terorisme menjadi perhatian kita tidak boleh lengah, Polda Bali, Mabes Polri, Kasatgaswil, BNPT mengamankan Bali terkait hal tersebut. Termasuk premanisme, narkoba apapun itu intinya adalah perbuatan yang melanggar hukum harus ditindak," tegas Jenderal Polisi Bintang Dua asal Bali tersebut. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved