Kumis Kucing dalam Usada Bali Bisa Obati Batu Ginjal, Begini Cara Memanfaatkannya

kumis kucing dalam usada digolongkan sebagai tanaman obat jenis terna (semak-semak) yang mempunyai khasiat tis (sejuk).

Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Widyartha Suryawan
TRIBUN BALI/AA SERI KUSNIARTI
Tanaman kumis kucing. 

Laporan Wartawan Tribun Bali Anak Agung Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tanaman sebagai obat sebenarnya juga diajarkan dalam Usada Bali.

Di Bali, usada merupakan sistem pengobatan tradisional yang dipercaya masyarakat Bali.

Usada dipraktekkan secara turun-temurun dan berkembang jauh sebelum berkembangnya ilmu pengobatan modern seperti sekarang ini.

Salah satu tanaman yang dapat dijadikan obat, menurut usada Bali, adalah kumis kucing.

Hal ini diungkapkan oleh dosen UNHI Denpasar, A.A.Putu Agung Mediastari.

Ia menjelaskan, kumis kucing dalam usada digolongkan sebagai tanaman obat jenis terna (semak-semak).

Mempunyai khasiat tis (sejuk).

"Secara fitokimia, kumis kucing mengandung bahan aktif flavonoid, yang berfungsi sebagai unsur diuretik yaitu melancarkan kencing. Bahkan sebagai peluruh batu ginjal dan batu pada saluran kencing (kencing batu)," sebutnya kepada Tribun Bali, Senin (28/12/2020).

Selain berfungsi sebagai diuretik, kumis kucing juga mempunyai khasiat untuk menurunkan tekanan darah.

Baca juga: Usada dan Fungsinya dalam Ajaran Agama Hindu di Bali

Serta meningkatkan daya tahan tubuh (meningkatkan sistem imun ) dan memperbaiki mood.

"Selain flavonoid, kumis kucing juga mengandung senyawa aktif glikosida, tanin, saponin, steroid, triterpenoid, fenolik, sinensetin, eupatorin," imbuhnya.

Sifat tis yang terkandung pada tanaman kumis kucing mampu berkhasiat sebagai anti radang.

"Dalam usada disebutkan bahwa tanaman yang bersifat tis (sejuk), mampu mengatasi keluhan yang bersifat panas (demam dan radang )," katanya. 

Singkatnya, kumis kucing merupakan salah satu tanaman diuretik (melancarkan pembuangan unsur mala air seni) yang sangat bagus.

"Fungsi flavonoid sebagai pelancar air seni sehingga racun-racun  yang ada dalam tubuh yang larut dalam air seni, dikeluarkan dalam tubuh secara lebih sempurna," jelasnya.

Baca juga: Manfaat Air dan Pasir Laut Dalam Usada Bali untuk Penyembuhan

Dengan demikian, tanaman ini berfungsi terhadap kesehatan ginjal. Bahkan secara tidak langsung mampu berfungsi mengatasi asam urat.

Kumis kucing juga berkhasiat untuk mengatasi infeksi saluran kencing (ISK).

"Demikian banyaknya khasiat kumis kucing bagi kesehatan, sehingga masyarakat diharapkan dapat menanam kumis di pekarangan sebagai toga," katanya.

Pemanfaatan Kumis Kucing
Daun kumis kucing sebagai obat dapat diolah menjadi loloh.

Caranya, ambil satu genggam daun kumis kucing segar.

Setelahnya diremas-remas dan diberikan garam seujung sendok teh.

Lalu ditambah air siap minum satu gelas.

"Lalu disaring dan diminum dua kali sehari," sebutnya. 

Baca juga: WIKI BALI - Usada, Pengobatan Tradisional Bali, Ada Hubungannya Dengan Husada?

Selain itu, daun kumis kucing juga dapat diracik sebagai jamu godog. Yakni daun kumis kucing segar, atau kering ditambah bahan lain atau tunggal lalu direbus atau digodog.

Lalu air rebusannya diminum. Bisa pula ditambahkan madu untuk meningkatkan cita rasa.

Daun kumis kucing juga dapat dibuat serbuk kemudian diseduh, dan air seduhannya diminum.

Selain untuk tanaman obat, kumis kucing dengan bunganya yang unik dan indah dapat dimanfaatkan sebagai tanaman hias dan mempercantik taman di halaman rumah.

Tata cara pengolahan daun kumis kucing ada beberapa, diantaranya pengolahan daun kumis kucing dapat dilakukan tunggal atau dicampur dengan beberapa tanaman obat yang lain. (*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved