Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Penanganan Covid

Antisipasi Penolakan Vaksin Covid-19, Pemkab Gianyar Tunggu Instruksi Pusat

Terkait antisipasi penolakan ini di Gianyar nanti, Pemkab Gianyar belum menentukan sikap. Mereka masih menunggu instruksi dari Pusat.

khybernews.tv
ilustrasi vaksin Covid-19 - Antisipasi Penolakan Vaksin Covid-19, Pemkab Gianyar Tunggu Instruksi Pusat 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Kementerian PPN/Bappenas dalam konferensi pers di Ubud, Gianyar, Bali, Senin (28/12/2020), mengumumkan negara akan mengadakan vaksin Covid-19 dalam tahap awal sekitar 100 jutaan awal tahun 2021.

Terkait rencana pengadaan vaksin ini, di masyarakat sendiri telah muncul 'riak-riak' penolakan.

Terkait antisipasi penolakan ini di Gianyar nanti, Pemkab Gianyar belum menentukan sikap.

Mereka masih menunggu instruksi dari Pusat.

Baca juga: Bangun Gianyar dengan Utang Rp. 343 Miliar, Mahayastra : Itu Masih Kecil

Baca juga: Anggaran untuk Vaksin Covid-19 Diperkirakan Mencapai Rp 73 Triliun

Baca juga: Ciptakan Gianyar Bebas Covid-19, Bupati Mahayastra Tiadakan Perayaan Tahun Baru

Bupati Gianyar, Made Mahayastra, Rabu (30/12/2020), sudah mengetahui adanya masyarakat yang meragukan bahkan menolak divaksin Covid-19.

Terkait apakah pihaknya membuat kebijakan untuk mengantisipasi warga yang menolak divaksin, Mahayastra mengatakan, pihaknya belum berpikir ke arah sana. 

"Petunjuk teknis belum turun dari Pusat. Kita baru tau (vaksin) Covid gratis. Dan, Pak Presiden adalah relawan pertama yang disuntik vaksin, Presiden saja sudah siap kok," ujarnya.

Baca juga: 1,3 Juta Nakes Bakal Terima Vaksin Covid-19 Tahap Pertama, Ini Tahapan Vaksinasi di Indonesia

Baca juga: Pro Kontra Denda bagi Warga yang Menolak Disuntik Vaksin Corona, Epidemiolog: Harus Sukarela

Baca juga: Presiden Jokowi Siap Jadi yang Pertama, Ini Daftar Kelompok Prioritas Penerima Vaksinasi Covid-19

Selain Presiden, kata dia, dalam masa awal vaksinasi, tentu tidak dilakukan pada sembarang orang.

Di mana hal ini diawali oleh pejabat negara, TNI, Polri, tenaga kesehatan, birokrasi dan sebagainya. 

"Kami yakin vaksin pasti tidak semua diberikan, awalnya pasti TNI, Polri, nakes, birokrasi. Kalau mereka tidak kenapa-kenapa pasti masyarakat mau," ujarnya.

Mahayastra sendiri mengaku telah siap divaksin.

Namun yang ditakutkan hanya disuntik.

"Saya tidak takut divaksin, yang saya takutkan hanya jarum suntik. Karena memang sejak kecil saya takut sama jarum," ujarnya lalu tertawa. (*).

Catatan Redaksi: Mari cegah dan perangi persebaran Covid-19. Tribun Bali mengajak seluruh Tribunners untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.

Ingat Pesan Ibu: Memakai Masker, Mencuci Tangan, dan Menjaga Jarak

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved