Breaking News:

Natal dan Tahun Baru

Ciptakan Gianyar Bebas Covid-19, Bupati Mahayastra Tiadakan Perayaan Tahun Baru

Biasanya, setiap penghujung tahun, Pemkab Gianyar selalu menggelar acara meriah, mulai dari pertunjukan seni budaya hingga pesta kembang api yang bias

Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Bupati Gianyar, Made Mahayastra 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Penghujung tahun di masa pandemi akan menjadi catatan kelam Kabupaten Gianyar.

Biasanya, setiap penghujung tahun, Pemkab Gianyar selalu menggelar acara meriah, mulai dari pertunjukan seni budaya hingga pesta kembang api yang biasanya berpusat di depan Bale Budaya Gianyar.

Namum saat ini, Pemkab Gianyar memilih meniadakan perayaan dalam tersebut guna menghindari terjadinya penyebaran covid-19. 

Baca juga: Saksi Dengar Jeritan, Gadis 14 Tahun Ini Ditemukan Tewas Mengenaskan Bersimbah Darah di Kamar Hotel

Baca juga: Ada Bercak Darah di Lantai, Pegawai Bank di Kuta yang Tewas Mengenaskan Sempat Berikan Perlawanan

Baca juga: Libur Nataru Full Booking, Pemilik Vila di Bali Semringah: Astungkara Kecipratan Wisatawan Juga

Bupati Gianyar, Made Mahayastra, Selasa (29/12/2020) meminta maaf pada masyarakat.

Sebab penghujung tahun inj, Pemkab Gianyar meniadakan dan melarang adanya pesta menyambut tahun baru yang menimbulkan keramaian.

Kata dia, hal ini dilakukan demi kebaikan bersama. Mengingat saat ini masih dalam situasi pandemi. 

Baca juga: 1.600an Pekerja Migran Asal Gianyar Menanti Lowongan Kerja di Luar Negeri

Baca juga: Objek Wisata dan Pasar Didatangi Petugas, Kegiatan Enforce Temukan Satu Pelanggar

Baca juga: Kecelakaan Beruntun di Jalur Tengkorak Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk, Libatkan 3 Unit Mobil

"Sekarang karena khusus dalam situasi Covid-19, sesuai surat maklumat Kapolri dan surat edaran Gubernur Bali maka kita di Gianyar tidak melaksanakan perayaan tahun baru," tandasnya. 

Untuk memastikan setiap kecamatan hingga ke tingkat desa dan banjar tidak adanya perayaan serupa pihaknya akan secara intensif melakukan koordinasi dengan jajaran kecamatan, desa, hingga banjar-banjar.

"Kita akan jaga ini mulai tingkat desa sampai dengan jajarannya. Polisi dengan jajarannya, Kodim dengan jajarannya dan saya akan ke tingkat desa hingga koordinasi ke kadus," sambungnya. 

Baca juga: Kena Rasionalisasi, Acara Pergantian Tahun di Bangli Dilakukan Secara Sederhana

Baca juga: Puncak Trafik di Bandara Ngurah Rai Libur Natal 2020 Dalam Sehari Capai 16 Ribu Penumpang

Baca juga: Disdikpora Badung Akui Sekitar 90 Persen Sekolah di Badung Siap Lakukan Pembelajaran Tatap Muka

Mahayastra mengatakan, dirinya pun tidak menyukai situasi ini.

Namun kata dia, tidak ada pilihan lain, karena dirinya ingin melindungi masyarakat.

Bahkan sebelumnya, pihaknya menginginkan Alun-alun Gianyar yang telah rampung ini sebagai pusat perayaan tahun baru.

Namun karena Covid-19, iapun meminta masyarakat agar menahan niat untuk merayakan tahun baru di Alun-alun Gianyar, hingga situasi kembali normal. 

Baca juga: Cegah Penularan Covid-19, 30 Perwira TNI Ikuti Tes Swab PCR

"Mari kita bekerja sama membuat situasi kembali normal, dengan cara menerapkan protokol kesehatan di setiap aktivitas. Jika kita tidak taat,dan angka Covid-19 terus meningkat, maka bukan hanya kita tidak bisa beraktivitas normal, tatapi pembukaan pariwisata internasional juga semakin lama."

"Kita tentu tak ingin terus-terusan seperti ini, karena itu, mari kita putus mata rantai Covid-19 di Gianyar dengan menerapkan protokol kesehatan ketat," tandasnya.

Diapun meminta masyarakat untuk tidak berpikir virus ini berbahaya atau tidak, atau percaya atau tidak percaya.

Namun hal utama yang harus dilakukan adalah menciptakan Gianyar bebas dari Covid-19.

Sebab hanya dengan cara itu, situasi bisa kembali normal. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved