Berita Gianyar
1.600an Pekerja Migran Asal Gianyar Menanti Lowongan Kerja di Luar Negeri
Sebanyak 1.600-an Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Gianyar, terus menantikan kabar negara yang membuka lapangan pekerjaan.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Sebanyak 1.600-an Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Gianyar, terus menantikan kabar negara yang membuka lapangan pekerjaan.
Namun hingga saat ini, mereka hanya bisa menanti.
Pasalnya, negara-negara tujuan para pekerja masih memberlakukan buka tutup untuk warga asing dampak pandemi Covid-19.
Belum lagi, sejumlah negara hanya membutuhkan tenaga kerja yang memiliki spesialisasi, selain itu, persaingan dalam memperebutkan pekerjaan saat ini relatif ketat.
Baca juga: Ada Bercak Darah di Lantai, Pegawai Bank di Kuta yang Tewas Mengenaskan Sempat Berikan Perlawanan
Baca juga: Pembahasan Ranperda PDAM, Legislatif Minta PDAM Klungkung Lebih Transparan
Baca juga: Kena Rasionalisasi, Acara Pergantian Tahun di Bangli Dilakukan Secara Sederhana
Kepala Disnakertrans Gianyar, Anak Agung Dalem Jagaditha, Selasa (29/12/2020) tak menampik, 1.600an PMI asal Gianyar yang dipulangkan dari negara tempatnya bekerja karena Covid-19, tidak sabar menantikan untuk bisa kembali bekerja di luar negeri.
Hal itu terlihat dari jumlah PMI yang menanyakan lowongan kerja di luar negeri hampir mencapai puluhan orang per hari.
"Tiap hari hampir puluhan orang menanyakan bukaan lowongan kerja di luar negeri," ujarnya.
Baca juga: Puncak Trafik di Bandara Ngurah Rai Libur Natal 2020 Dalam Sehari Capai 16 Ribu Penumpang
Baca juga: Kecelakaan Beruntun di Jalur Tengkorak Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk, Libatkan 3 Unit Mobil
Baca juga: Sempat Cekcok via HP, PNS Ini Habisi Wanita Tetangganya Secara Keji, Akhiri Hidup di Pohon Cengkih
Jagaditha pun memaklumi hak tersebut.
Sebab sudah hampir tujuh bulan ini, mereka menhanggur tanpa penghasilan.
Hal itu karena skill mereka saat bekerja di luar negeri tidak bisa dimanfaatkan di daerahnya, mengingat kondisi ekonomi di Bali sendiri tidak dalam keadaan baik.
Selain itu, sejumlah hotel juga mengurangi jam kerja dan merumahkan pekerjanya karena lesunya kunjungan wisatawan.
Baca juga: Disdikpora Buleleng Bakal Datangi Yayasan Dana Punia, Buntut Kasus Bunuh Diri Siswa SMP
Baca juga: Cegah Penularan Covid-19, 30 Perwira TNI Ikuti Tes Swab PCR
Lebih lanjut dikatakannya, sebesar-besarnya terdapat 23 negara sudah membuka peluang kerja bagi PMI asal Indonesia.
Namun jumlah lapangan pekerjaan ini lebih sedikit dibandingkan peminatnya.
"Peluang kerja ini rebutan PMI di seluruh Bali, di Gianyar saja ada 1.600 PMI yang menunggu peluang ini," ujarnya.
Kata dia, 23 negara yang membuka diri itu adalah Aljazair, Arab Saudi, Ghana, Hongaria, Hongkong, Irak, Jepang, Korea Selatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kepala-dinas-ketenaga-kerja-kabupaten-gianyar-anak-agung-dalem-jagadhita.jpg)