Breaking News:

Berita Gianyar

1.600an Pekerja Migran Asal Gianyar Menanti Lowongan Kerja di Luar Negeri

Sebanyak 1.600-an Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Gianyar, terus menantikan kabar negara yang membuka lapangan pekerjaan.

Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Kepala Dinas Ketenaga Kerja Kabupaten Gianyar, Anak Agung Dalem Jagadhita saat ditemui di ruangannya, Senin (8/6/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Sebanyak 1.600-an Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Gianyar, terus menantikan kabar negara yang membuka lapangan pekerjaan.

Namun hingga saat ini, mereka hanya bisa menanti.

Pasalnya, negara-negara tujuan para pekerja masih memberlakukan buka tutup untuk warga asing dampak pandemi Covid-19.

Belum lagi, sejumlah negara hanya membutuhkan tenaga kerja yang memiliki spesialisasi, selain itu, persaingan dalam memperebutkan pekerjaan saat ini relatif ketat. 

Baca juga: Ada Bercak Darah di Lantai, Pegawai Bank di Kuta yang Tewas Mengenaskan Sempat Berikan Perlawanan

Baca juga: Pembahasan Ranperda PDAM, Legislatif Minta PDAM Klungkung Lebih Transparan

Baca juga: Kena Rasionalisasi, Acara Pergantian Tahun di Bangli Dilakukan Secara Sederhana

Kepala Disnakertrans Gianyar, Anak Agung Dalem Jagaditha, Selasa (29/12/2020) tak menampik, 1.600an PMI asal Gianyar yang dipulangkan dari negara tempatnya bekerja karena Covid-19, tidak sabar menantikan untuk bisa kembali bekerja di luar negeri.

Hal itu terlihat dari jumlah PMI yang menanyakan lowongan kerja di luar negeri hampir mencapai puluhan orang per hari.

"Tiap hari hampir puluhan orang menanyakan bukaan lowongan kerja di luar negeri," ujarnya.

Baca juga: Puncak Trafik di Bandara Ngurah Rai Libur Natal 2020 Dalam Sehari Capai 16 Ribu Penumpang

Baca juga: Kecelakaan Beruntun di Jalur Tengkorak Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk, Libatkan 3 Unit Mobil

Baca juga: Sempat Cekcok via HP, PNS Ini Habisi Wanita Tetangganya Secara Keji, Akhiri Hidup di Pohon Cengkih

Jagaditha pun memaklumi hak tersebut.

Sebab sudah hampir tujuh bulan ini, mereka menhanggur tanpa penghasilan.

Hal itu karena skill mereka saat bekerja di luar negeri tidak bisa dimanfaatkan di daerahnya, mengingat kondisi ekonomi di Bali sendiri tidak dalam keadaan baik.

Halaman
123
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved