Breaking News:

Natal dan Tahun Baru

Kunjungan Wisatawan ke Bali Picu Pelanggaran Prokes, Sekda Bali Minta Awasi Sejumlah Titik Rawan

Sekda Provinsi Bali, Dewa Made Indra mengatakan, kunjungan wisatawan ke Bali bisa memicu pelanggaran prokes seperti terjadinya kerumunan dan diabaikan

Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali, Dewa Made Indra saat konferensi pers di Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik (Diskominfos) Provinsi Bali, Kamis (17/12/2020). Dalam konferensi pers ini, Dewa Indra didampingi Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, I Made Rentin (kiri) dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Ketut Suarjaya (kanan). 

Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Di luar prediksi banyak pihak, tingkat kunjungan wisatawan domestik ke Bali saat libur Hari Raya Natal dan tahun baru (Nataru) mengalami peningkatan.

Padahal Bali menerapkan syarat yang paling ketat kepada pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) termasuk wisatawan.

Mereka yang datang ke Bali saat libur Nataru harus memiliki surat keterangan negatif hasil tes swab polymerase chain reaction (PCR) untuk jalur udara dan rapid antigen untuk jalur laut.

Baca juga: Patroli Jelang Malam Tahun Baru, Kodam IX/Udayana Berhasil Gagalkan Penyelundupan 40 Kg Kembang Api

Baca juga: Dua Kasus Menonjol 2020, Polres Jembrana Ungkap Kasus Kepruk Kaca dan Suket Palsu

Baca juga: Ratusan Personel Polres Jembrana Siaga di Tower Gedung Ir Soekarno hingga THM Delodberawah

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali, Dewa Made Indra mengatakan, kunjungan wisatawan ke Bali bisa memicu pelanggaran prokes seperti terjadinya kerumunan dan diabaikannya aturan penggunaan masker oleh pengunjung di sejumlah objek wisata.

Hal ini mendapat atensi dari pemerintah pusat dan pihaknya mengaku banyak menerima laporan, baik langsung maupun berupa foto yang menunjukkan pelanggaran prokes di objek wisata.

Untuk itu, birokrat kelahiran Buleleng ini minta seluruh jajaran merapatkan barisan dan memberi atensi penuh terhadap upaya penegakan prokes pada titik-titik yang berpotensi terjadi kerumunan pada malam pergantian tahun.

Baca juga: UPDATE: Jenazah Pegawai Bank Korban Pembunuhan Diaben di Gianyar, Nanti Sore Nganyud

Baca juga: Jelang Pergantian Tahun, Pedagang Ikan Musiman di By Pass Ngurah Rai Sanur Sepi Pembeli

Baca juga: Pergantian Tahun, Satpol PP Badung Siap Bubarkan Kerumunan dan Hentikan Kegiatan Lewat Jam Malam

Baginya, euforia masyarakat menyambut malam pergantian tahun masih perlu diantisipasi, meskipun Gubernur Bali selaku Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 880 Satgas Covid-19/XII/2020 yang mengatur pembatasan aktivitas masyarakat sampai pukul 23.00 wita.

“Kita prediksi masih akan terjadi kemungkinan perayaan. Saya tak ingin malam tahun baru dijadikan momen pembenaran untuk tidak melaksanakan prokes. Ini tantangan yang berat, kita perlu meningkatkan upaya penegakan disiplin malam ini,” kata Dewa Indra.

Baca juga: PAH, Tersangka Pembunuhan Pegawai Bank Korban Broken Home dan Terkenal Mencuri Sejak Kecil

Baca juga: Kronologi Penangkapan Tersangka Pembunuh Pegawai Bank, Ternyata Tetangga Korban di Denpasar

Baca juga: Sejumlah Tempat Umum di Klungkung Ditutup Jelang Malam Pergantian Tahun

Hal itu Dewa Indra tegaskan saat memimpi rakor dari Ruang Vidcon Kantor Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Diskominfos (Diskominfos) Provinsi Bali, Kamis (31/12/2020). Rakor ini diikuti Kodam IX/Udayana, Polda Bali, Korem 163/Wirasatya, Kasatpol PP Provinsi Bali dan Kabupaten/Kota, Ketua Pasikian Pecalang Provinsi Bali, Dandim se-Bali serta Kapolres se-Bali dari kantor masing-masing.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved