Berita Denpasar
Mengenal Forensik RSUP Sanglah dan Layanannya, Tahun 2021 Akan Perbarui Layanan Rumah Duka
Kepala Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah, dr. Kunthi Yulianti menjelaskan beberapa pelayanan yang dimiliki Forensik RSUP Sanglah
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Laporan Wartawan, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Kepala Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah, dr. Kunthi Yulianti menjelaskan beberapa pelayanan yang dimiliki Forensik RSUP Sanglah, Jumat (1/1/2021).
"Jadi untuk Forensik RSUP Sanglah memiliki pelayanan berupa patologi forensik, forensik klinik dan pemulasaraan jenazah. Layanan Patologi Forensik adalah pelayanan ilmu kedokteran yang digunakan atau dimanfaatkan untuk kepentingan hukum dengan pemeriksaan jenazah," terangnya.
Baca juga: BREAKING NEWS: 2 Pemuda Tenggelam di Sungai Yeh Mekecit Jembrana, Hingga Kini Masih Pencarian
Baca juga: BREAKING NEWS: Tercium Bau Busuk, Mayat Wanita Ditemukan di Tegalan
Baca juga: Buka Sampai Larut Malam, Kapolres Badung Tutup Mini Market di Petitenget
Sementara untuk forensik klinik sendiri digunakan untuk layanan korban yang masih hidup dengan kasus penganiyaan dan kekerasan seksual.
"Dan untuk pelayanan pemulasaraan jenazah di mana pemulasaraan jenazah merupakan pelayanan perawatan jenazah hingga nantinya jenazah diserahkan pada keluarga dan siap untuk diupacarai. Dalam layanan pemulasaraan ini, pihak Forensik RSUP Sanglah juga menerima layanan penitipan jenazah," tambahnya.
Forensik RSUP Sanglah sendiri telah memiliki lima dokter spesialis Forensik.
Kemudian untuk tenaga pemulasaran sudah dididik dan dilatih dan menjadi asisten dokter forensik sebanyak empat orang.
Sisanya, empat orang tenaga pemulasaran yang masih dalam pelatihan lebih lanjut untuk menjadi asisten kedokteran.
Baca juga: Diduga Akibat Percikan Kembang Api, Bale Panjang di Pura Puseh Desa Pakraman Denpasar Terbakar
Baca juga: Terjadi Keributan di Sesetan Denpasar, Dua Orang Luka-luka
Baca juga: Tahun Baru, Pemuda Asal Bekasi Ini Tewas di TKP Akibat Laka Lantas di Jalan By Pass Ngurah Rai
Sehingga total petugas pemulasaraan terdapat 8 orang, untuk petugas administrasi 6 orang, 1 orang kasir dan sisanya tenaga kebersihan.
Sementara untuk pelayanan visum dibagi menjadi dua yang meliputi visum untuk pemeriksaan jenazah pada patologi forensik dan untuk korban hidup yang mengalami kasus kekerasan pada klinik forensik.
Untuk visum pada korban yang masih hidup dokter forensik bekerja sama dengan dokter yang bertugas di IGD yang menangani pasien tersebut.
Baca juga: Pantai Kuta Dapat Sampah Kiriman, TNI Bersama DLHK dan Masyarakat Lakukan Aksi Bersih-bersih
Baca juga: Harapan Kapolda Bali di Tahun Baru, Kapolda : Bali Aman Nyaman Untuk Tujuan Wisata
Sedangkan untuk fasilitas atau tempat-tempat penyimpanan jenazah di Forensik RSUP Sanglah hingga saat ini belum ditemukan kendala.
Saat ini, forensik RSUP Sanglah telah memiliki tempat pendingin atau motoric rizer sebanyak 32 unit untuk menyimpan jenazah sementara.
"Di samping itu, RSUP Sanglah juga menerima penitipan jenazah yang tidak disimpan di tempat pendingin namun diawetkan atau diinfeksi terlebih dahulu menggunakan formalin dan biasanya RSUP Sanglah menerima hingga 40 jenazah yang akan diawetkan dengan formalin."
"Pada umumnya layanan ini digunakan untuk masyarakat Bali khususnya yang akan melakukan upacara ngaben yang masih menunggu hari baik," imbuhnya.
Sedangkan tantangan-tantangan yang harus dihadapi oleh Forensik RSUP Sanglah adalah ketika menerapkan protokol kesehatan pada kegiatan di Forensik.
Protokol kesehatan juga diterapkan pada jenazah yang non Covid-19.
Sementara jika ada jenazah yang datang dari luar Rumah Sakit, akan dilakukan skrining terlebih dahulu dengan mengambil sampel swab pcr.
Kalau memang tidak ada gejala atau tanda Covid-19 maka tidak akan dilakukan pemeriksaan Covid-19.
Hal tesebut juga dilakukan pada kegiatan autopsi jenazah, di mana nantinya akan dilakukan skrining terlebih dahulu terhadap jenazah yang akan diautopsi.
Hal tersebut disebabkan kegiatan autopsi merupakan kegiatan yang cukup besar yaitu membuka rongga dan banyak darah yang keluar hingga harus dilakukan skrining terlebih dahulu.
"Dan memasuki Tahun 2021 harapan kami dapat melayani masyarakat lebih baik. Dan rencananya Forensik RSUP Sanglah akan memperbarui layanan pelayanan rumah duka. Kami telah memiliki dua ruang untuk persemayaman rumah duka. Diharapkan di 2021 ini rumah duka dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat lebih baik lagi. Terlebih fasilitas-fasilitasnya nanti sudah diperbarui," tutupnya. (*)
