Berita Bali
Selama Pandemi 2020, Forensik RSUP Sanglah Tangani 3.886 Jenazah
Forensik RSUP Sanglah Denpasar sudah merawat sebanyak 3.886 jenazah dalam kurun waktu 11 bulan pada Tahun 2020.
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Laporan Wartawan, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Forensik RSUP Sanglah Denpasar sudah merawat sebanyak 3.886 jenazah dalam kurun waktu 11 bulan pada Tahun 2020.
"Jenazah yang dirawat dari bulan Januari hingga November 2020, sebayak 3.886, baik dari dalam RSUP Sanglah dan luar rumah sakit. Sedangkan yang dari luar sekitar 500 jenazah yang diterima," ungkap, Kepala Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah, dr. Kunthi Yulianti pada, Jumat (1/1/2021).
Sebagian jenazah dianggap telantar karena tidak ada pihak keluarga yang mengurus dan ketika masuk ke RSUP Sanglah identitasnya tidak jelas.
Baca juga: Tahun Baru, Kawasan Wisata Bedugul Dilanda Hujan Deras dan Kabut
Baca juga: Mengenal Forensik RSUP Sanglah dan Layanannya, Tahun 2021 Akan Perbarui Layanan Rumah Duka
Baca juga: Terpengaruh Miras Saat Malam Pergantian Tahun Baru 2021, Warga Ini Terlibat Keributan di Klungkung
Selain itu jenazah yang telantar biasanya juga dari pasien yang sempat dirawat di RSUP Sanglah dan sisanya dari pihak kepolisian.
"Sementara kemarin pada bulan November RSUP Sanglah sendiri telah mengkremasikan jenazah telantar sebanyak 36 jenazah yang bekerja sama dengan Dinsos Provinsi Bali. Dan setelah melakukan kremasi dengan 36 jenazah, Forensik RSUP Sanglah kembali menerima jenazah terlantar sebanyak 4 jenazah."
"Dan hingga kini jumlah jenazah yang terlantar di Forensik RSUP Sanglah sebanyak 4 jenazah. Dan rencananya tahun depan akan kami usulkan ke Dirut untuk dilakukan kremasi," lanjutnya.
Baca juga: Mayat Wanita di Tegalan Diduga Nenek Rampin yang Hilang, Keluarga Kenali dari Kamennya
Baca juga: Diduga Akibat Percikan Kembang Api, Bale Panjang di Pura Puseh Desa Pakraman Denpasar Terbakar
Baca juga: Kronologi Kecelakaan Maut di Sesetan Denpasar, Pemuda Asal Bekasi Tewas Tabrak Truk DLHK
Dengan banyaknya Jenazah yang masuk ke RSUP Sanglah, dr. Kunti mengaku sempat kewalahan terutama saat pandemi Covid-19.
Tenaga pemulasaran yang berjumlah 8 orang baru ia terima 4 pada bulan November.
Sebelumnya, hanya bekerja dengan 4 asisten kedokteran dan cukup membuat kewalahan di bagian pemulasaran jenazah terutama pada jenazah yang positif Covid-19.
Baca juga: Ular Piton 4 Meter Mangsa Ayam Milik Warga di Sanur
Baca juga: Harapan Kapolda Bali di Tahun Baru, Kapolda : Bali Aman Nyaman Untuk Tujuan Wisata
"Dan jika dibandingkan pada tahun-tahun sebelumnya Forensik RSUP Sanglah mengalami penurunan jumlah pelayanan dikarenakan jumlah pasien yang datang ke rumah sakit juga menurun."
"Jika dibandingkan pada Tahun 2019, jenazah yang diterima sebanyak 4.829. tentu saja ini jumlahnya jauh berbeda dengan tahun ini yaitu sebanyak 3.886," tutupnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kepala-instalasi-kedokteran-forensik-rsup-sanglah-dr-kunthi-yulianti.jpg)