Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Tulang Kerangka Manusia Ditemukan di Hutan Angker di Tabanan, Diduga Pria asal Desa Ini 

ascapenemuan tulang kerangka diduga tulang manusia, Polsek Pupuan menerima informasi bahwa tulang kerangka tersebut diduga warga

Tayang:
Polsek Pupuan
Jajaran Polsek Pupuan bersama sejumlah aparat Desa Pujungan Kecamatan Pupuan, Tabanan saat melakukan pengecekan penemuan tulang kerangka diduga tulang manusia di hutan lindung di wilayah Pupuan tepatnya di Desa Sanda, Jumat (1/1/2020). 

 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Pascapenemuan tulang kerangka diduga tulang manusia, Polsek Pupuan menerima informasi bahwa tulang kerangka tersebut diduga warga asal Banjar Kebon Tumpalan, Desa Wanagiri Kauh, Kecamatan Selemadeg bernama I Made Subawa alias Pan Soma.

Pan Soma dilaporkan menghilang sejak 2 November 2020 lalu dan belum kembali hingga saat ini. 

Selain informasi tersebut, polisi juga mendapat konfirmasi dari pihak keluarga korban akan melaksanakan pendakian ke lokasi serta melakukan evakuasi ke rumah duka.

Namun demikian, saat ini masih memikirkan jalur evakuasi agar tidak melewati Desa Batungsel yang memiliki dresta tak boleh dilewati oleh tulang tersebut nantinya. 

"Informasinya besok (Sabtu) keluarga akan naik ke hutan untuk evakuasi. Evakuasinya nanti tergantung juga di lokasi. Berdasarkan pertimbangan keluarga, jalur yang akan diambil adalah jalur baru yang tidak melewati desa adat yang memiliki dresta tak boleh dilewati tulang tersebut," ungkap Kapolsek Pupuan, AKP I Ketut Agus Wicaksana Julyawan, Jumat (1/1/2020) malam. 

Baca juga: Warga Temukan Tulang Diduga Tulang Manusia di Hutan Lindung Kecamatan Pupuan Tabanan

Baca juga: Setelah 5 Hari Tim SAR Lakukan Pencarian, Nenek 90 Tahun yang Hilang di Tabanan Ditemukan Meninggal

Baca juga: Aparat Bubarkan Sekelompok Bule yang Akan Gelar Perayaan Malam Tahun Baru di Pantai Balian Tabanan

Dia berharap, proses evakuasi tulang kerangka tersebut nantinya berjalan lancar.

Pihak keluarga korban juga diminta untuk tetap berhati-hati karena jalur menuju hutan lindung yang masuk Desa Sanda tersebut cukup terjal dan licin.

Terlebih lagi saat ini sudah memasuki musim hujan. 

"Semoga berjalan lancar dan tetap hati-hati," ingatnya. 

Seperti dikabarkan sebelumnya, Kapolsek Pupuan, AKP I Ketut Agus Julyawan mengungkapkan, sudah menerima informasi dari beberapa tokoh adat Desa Pujungan serta mencocokan hasil indentifikasi tulang kerangka bersama barang-barang seperti pakaian serta alat mandi yang ditemukan.

Tulang kerangka diduga tulang manusia tersebut diduga adalah seorang warga dari Desa Wanagiri, Kecamatan Selemadeg yang sempat hilang sekitar dua bulan lalu. 

Bahkan, dari informasi warga di Desa Wanagiri tersebut, sudah ada laporan warga sekitar 6-7 orang yang hilang di kawasan hutan tersebut.

Baca juga: Ratusan Liter Tuak di Belimbing Tabanan Diserap per Hari, Dijadikan Bahan Baku Memproduksi Arak Bali

Baca juga: Polres Tabanan Rilis Akhir Tahun, Angka Kriminal Tinggi, 2 Kasus Pencurian Pratima Belum Terungkap

Baca juga: Hari Sebut Ikan Cupang Candy Paling Diminati, Harga Termurah di Tabanan Dijual Rp 10 Ribu

Karena menurut informasi warga setempat dan wanagiri, di lokasi kawasan ditemukannya tulang tersebut ada cerita mistis bahwa lokasi tersebut tenget (angker).

Namun AKP Wicaksana masih belum berani membeberkan cerita tersebut. 

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved