Breaking News:

Berita Buleleng

Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng Putuskan Tunda Pembelajaran Tatap Muka

Meski telah memasuki tahun baru 2021, penularan Covid-19 masih terjadi di Buleleng. Satgas Penanganan Covid-19  Buleleng pun memutuskan untuk menunda

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Sekda Buleleng, Gede Suyasa 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Meski telah memasuki tahun baru 2021, penularan Covid-19 masih terjadi di Buleleng.

Satgas Penanganan Covid-19  Buleleng pun memutuskan untuk menunda pelaksanaan pembelajaran tatap muka di sekolah.  

Sekda Buleleng, juga sebagai Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng, Gede Suyasa mengatakan, sampai saat ini Bupati selaku Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng belum memberikan keputusan terkait rencana tatap muka di sekolah.

Ini karena wilayah Buleleng masih belum bisa dinyatakan aman dari Covid-19.

Baca juga: Pendapatan Tukang Sewa Pelampung di Pantai Sanur Menurun 75 Persen Saat Libur Nataru

Baca juga: Seorang Pria Bunuh Diri di Jembatan Suluban Pecatu, Sempat Kirim Pesan WA kepada Kekasihnya

Baca juga: Pemprov Bali Lakukan Koordinasi dengan Polda, Kawal Kedatangan Vaksin Covid-19

Ditambah dengan adanya Surat Edaran (SE) dari pemerintah pusat, yang menyatakan Indonesia menutup sementara pintu kedatangan WNA per 1 Januari, sebagai antisipasi atas kemunculan varian baru virus corona. 

"Sampai saat ini memang belum ada keputusan. Apalagi pusat telah menurunkan surat edaran bahwa Indonesia menutup masuknya WNA karena perkembangan mutasi Covid-19."

"Kami di daerah tentu menerima situasi dan ketentuan itu. Karena perkembangan Covid-19 ini belum aman seperti yang kita harapkan. Sehingga kami di daerah juga tidak bisa mengabaikan," jelasnya. 

Baca juga: 237 Dokter Meninggal Covid-19, Terbanyak di Jawa Timur, di Bali 6 Dokter

Baca juga: Besok Biofarma Kirim Vaksin Covid-19 Sinovac ke Bali, Vaksinasi Serentak Mulai 22 Januari 2021

Baca juga: Tragedi Kakak Beradik Tenggelam di Jembrana, Tangis Ibu Pecah Sambut Jenazah Gusti Komang Suarsana

Suyasa menyebut, dari segi persiapan, Disdikpora dan sekolah-sekolah sejatinya sudah sangat siap menyusun skema pembelajaran dengan protokol kesehatan, apabila tatap muka di sekolah jadi dilaksanakan.

"Ya sekolah-sekolah memang harus sudah menyiapkan. Jadi ketika bupati mengambil kebijakan pembelajaran tatap muka di sekolah dapat dilaksanakan, mereka semua sudah siap. Tidak lagi hitung-hitung, baru mau masang tempat cuci tangan dulu, atau ngatur bangku dulu," ucapnya. 

Baca juga: Pemprov Bali Siapkan Alat Penyimpanan Vaksin Covid-19, Dari Cold Room hingga Kulkas

Baca juga: Update Covid-19 di Bali 2 Januari 2021, Positif: 165 Orang, Sembuh: 128 Orang dan Meninggal: 5 Orang

Mengingat hingga saat ini Satgas belum memberikan izin terkait pelaksanaan pembelajaran tatap muka di sekolah, pembelajaran akan tetap dilaksanakan baik secara daring atau luring.

"Kami juga masih menunggu keputusan baik dari pusat dan provinsi, apakah pembelajaran tatap muka ini boleh dilaksanakan untuk desa yang non kasus."

"Bali sejatinya sangat kecil, interaksi satu sama lain sangat dekat, sehingga peluang terjadinya penularan virus sangat besar. Jadi kita harus lebih waspada lagi," tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved