Breaking News:

Berita Bali

Diduga Terlibat Jual Beli 40 Paket Sabu, Darmika Minta Dihukum Ringan Pasca Dituntut 11 Tahun

Terdakwa I Komang Darmika (27) telah mengajukan pembelaan secara tertulis. Melalui penasihat hukumnya, terdakwa memohon kepada majelis hakim

Shutterstock
Ilustrasi sabu 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Terdakwa I Komang Darmika (27) telah mengajukan pembelaan secara tertulis.

Melalui penasihat hukumnya, terdakwa memohon kepada majelis hakim agar dijatuhi hukuman ringan dengan alasan mengaku bersalah dan menyesali perbuatannya.

Ia meminta hukuman ringan setelah pada sidang sebelumnya dituntut 11 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Ini lantaran, Darmika dinilai bersalah terlibat peredaran narkotik golongan I jenis sabu. 

Baca juga: Peringatan Dini BMKG Senin 4 Januari 2021, Bali Waspada Hujan Lebat Disertai Angin Kencang

Baca juga: Menteri BUMN Pastikan Kesiapan PLN Dukung Kendaraan Listrik, Diskon 30 Persen untuk Charge di Rumah

Baca juga: Berbagai Persiapan Bali Untuk Menyambut Kedatangan Vaksin Covid-19

"Nota pembelaan sudah kami ajukan. Kami mohon agar majelis hakim dapat menjatuhkan hukum seringan-ringannya terhadap terdakwa. Jika majelis hakim berpendapat lain, kami mohon kiranya diberi putusan seadil-adilnya," ucap Dewi Maria Wulandari selaku penasihat hukum saat dikonfirmasi, Senin (4/1/2021). 

Pengacara dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar ini menerangkan, dalam sidang yang digelar secara virtual di Pengadilan Negeri Denpasar minggu lalu, jaksa juga telah menanggapi pembelaannya.

"Jaksa sudah menanggapi pembelaan kami, dan menyatakan tetap pada tuntutannya. Sidang selanjutnya tinggal pembacaan putusan dari majelis hakim. Sidangnya minggu ini," terang Dewi Maria. 

Baca juga: Berbagai Persiapan Bali Untuk Menyambut Kedatangan Vaksin Covid-19

Baca juga: Pantai Sanur Penuh di Hari Terakhir Libur Nataru, Pengunjung Sampai Kesulitan Cari Tempat Parkir

Baca juga: Jelang Vaksinasi Covid-19, Krama Bali Mengaku Takut Bani

Diberitakan sebelumnya, Jaksa Siti Sawiyah melayangkan tuntutan pidana penjara selama 11 tahun, dan pidana denda Rp 1 miliar subsidair dua penjara terhadap Darmika.

Terdakwa kelahiran Akah, Klungkung, 10 April 1993 ini dinyatakan terbukti sah dan meyakinkan bersalah tanpa hak atau melawan hukum menjadi perantara dalam jual beli narkotik golongan I. Darmika pun dijerat Pasal Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang RI No.35 tentang Narkotik.

Diungkap dalam surat dakwaan, ditangkapnya terdakwa Darmika berawal dari informasi dari masyarakat yang diperoleh petugas kepolisian Ditresnarkoba Polda Bali.

Baca juga: Datangkan Omzet Fantastis Rp 1,6 M, Pemprov Bali Perpanjang Pameran UMKM Bali Bangkit

Baca juga: Pengusaha Tempe Tahu Perkirakan Harga Kedelai Terus Naik Hingga Akhir Februari 2021, Ini Alasannya

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved