Sekolah Tatap Muka di Bangli Dimulai 2 Hari Lalu, Kini 2 SD Kembali ke Pembelajaran Daring
Dua hari pasca dimulai pembelajaran tatap muka (PTM), dua sekolah dasar (SD) di Kabupaten Bangli kembali menerapkan proses belajar mengajar (PBM) seca
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Dua hari pasca dimulai pembelajaran tatap muka (PTM), dua sekolah dasar (SD) di Kabupaten Bangli kembali menerapkan proses belajar mengajar (PBM) secara daring (online).
Hal itu dilakukan karena ditemukan kasus positif pada lingkungan sekolah tersebut.
Kepala Disdikpora Bangli, I Nengah Sukarta, Rabu (6/1/2021) mengungkapkan, dua sekolah yang kembali ke PBM daring adalah SDN 1 Kubu, Bangli dan SDN Selulung, Kintamani.
Ia menegaskan, pelaksanaan PBM daring bukan disebabkan adanya klaster sekolah, baik guru, siswa, ataupun orang tua siswa yang positif Covid-19.
Melainkan akibat klaster keluarga.
"Seperti di SDN Selulung, ada empat orang di satu keluarga, yang rumahnya berada di sekitar lingkungan sekolah. Itu sumbernya dari neneknya yang baru pulang dari Sulawesi. Begitupun dengan di SDN 1 Kubu, juga karena keluarga yang kediamannya dekat dengan sekolah itu," ujarnya.
Baca juga: Semua Kabupaten Kota di Bali Tunda Pembelajaran Tatap Muka, Ini Alasannya
Baca juga: Alasan Pembelajaran Tatap Muka di 8 Provinsi Prioritas Ditunda, Salah Satunya Provinsi Bali
Lanjut Sukarta, PBM daring di dua sekolah itu mulai berlaku hari Rabu (6/1/2021). Pelaksanaan PBM secara daring diperkirakan berlaku selama 14 hari kedepan.
"Kita juga tetap menunggu laporan perkembangan kasus dari Satgas Covid-19 Bangli, khususnya di dua wilayah tersebut. Yang jelas dari 156 SD yang telah melaksanakan PTM di Bangli, hanya dua sekolah itu yang sementara kembali melaksanakan pembelajaran daring," ujar mantan Kadis Sosial itu.
Sementara itu, Humas Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan (GTPP) Covid-19 Bangli, I Wayan Dirgayusa mengimbau kepada sekolah-sekolah yang telah melaksanakan PTM, agar secara disiplin dan ketat menerapkan protokol kesehatan (prokes).
Mulai dari menyediakan tempat cuci tangan di depan masing-masing kelas lengkap dengan sabun dan lap, serta pelaksanaanya diawasi dan dipandu guru-guru.
Selain itu juga menyediakan thermo gun dan mengawasi social distancing siswa secara ketat.
"Bila perlu setiap saat ada imbauan dari kepala sekolah melalui speaker atau alat komunikasi lain, kepada para murid, guru, dan unsur lain yang ada di lingkungan sekolah, untuk cuci tangan dan jaga jarak setiap saat dan setiap waktu. Itu sangat penting karena kami tidak ingin terjadi klaster sekolah maupun lonjakan kasus di Bangli," tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, sejumlah satuan pendidikan di Bangli telah kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM), Senin (4/1/2021).
Baca juga: Gianyar Tunda Pembelajaran Tatap Muka, Pemberian Bantuan Kuota Internet Tetap Dijalankan
Baca juga: Terkait Pembelajaran Tatap Muka, Satgas Covid-19 Karangasem Akan Verifikasi 31 Sekolah
Kegiatan PTM hari pertama di tengah masa Pandemi Covid-19 ini, dilaksanakan tetap dengan menerapkan protokol kesehatan.
PTM diselenggarakan pada satuan pendidikan tingkat SD dan SMP.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/sekolah-tatap-muka-di-bangli.jpg)